• MALANG KUçEçWARA‬ • MALANG NOMINOR SURSUM MOVEOR • MALANG BELONGS TO ME •

13 Februari 2026

PRIMITIVE CHIMPANZEE: Rilis MV "METAL PRET" dalam Album Teranyar "MAKADAM"

MALANG, 9 Februari 2026

(Media Crew Primitive Chimpanzee) 

     doc. Primitive Chinpanzee MV Metal Pret

Unit crossover veteran asal Malang, PRIMITIVE CHIMPANZEE, resmi mengakhiri masa hibernasinya dalam berkarya.

Menandai kembalinya mereka ke episentrum musik ekstrem, sebuah mahakarya distorsi bertajuk "MAKADAM" dilepaskan ke publik. Album ini bukan sekadar rilisan biasa; teman-teman PC (sebutan Primitive Chimpanzee) di skena bahkan menjuluki warna musik mereka saat ini sebagai “Singup Thrash”.

​Istilah “Singup” (diambil dari bahasa Jawa yang berarti tempat gelap, mencekam, dan angker) secara sempurna mendeskripsikan aura album ini, yaitu sebuah perpaduan antara kecepatan thrash metal dengan atmosfer yang gelap namun tetap kocak ugal-ugalan.


​"METAL PRET": kolaborasi berbahaya bersama SAHERI (ANORMA)

​Salah satu amunisi paling provokatif dalam album ini adalah trek “METAL PRET”. 

Trek yang baru kemarin lusa dirilis video klipnya di platform Youtube ini menggandeng Saheri yang bertangan dingin dari ANORMA/PERISH, lagu ini menjadi manifestasi dari filosofi "Plesetan dan Komedi" yang diusung band ini.

​Jangan salah kaprah, judul ini bukanlah upaya merendahkan genre metal. Sebaliknya, ini adalah satire berbalut musik keras. Sejak 1998, Primitive Chimpanzee memang konsisten dengan konsep visual eksentrik, kostum nyeleneh, dan aksi panggung kocak yang dibalut musik yang tetap "jahat" di telinga.


​Invasi Kolaborator: Dari Legenda hingga Ikon Underground​

Album MAKADAM menyuguhkan 10 trek mematikan yang melibatkan sederet nama besar di kancah musik keras. Selain Saheri, telinga kalian akan dihantam oleh raungan gitar sang legenda Toto Tewel (ELPAMAS) pada lagu "Morbid Vomit Nightmare". Tak berhenti di situ, Agung Hellfrog (BURGERKILL) turut menyuntikkan energi destruktif dalam "Sadistic Execution", serta Komeng (SERIGALA MALAM) yang memberikan vokal dengan nuansa brutal dan tajam pada "Flesh Ripper".

​Enam amunisi lainnya yaitu Makadam, The Exterminator, Grave Crusher, Spiritual Tormentor, Rotting Inside, dan Necromanicide tetap setia pada jalur musik yang "gelap" namun dipersenjatai dengan lirik penuh bumbu humor gelap yang satir.

      doc. Primitive Chimpanzee -MV Flesh Ripper

Menyelami Kedalaman "Singup Thrash”

​Kenapa Singup Thrash? Karena di album MAKADAM, Primitive Chimpanzee berhasil menciptakan ruang dengar yang terasa seperti lorong sempit yang gelap dan menakutkan, namun di ujungnya kita justru tertawa karena lirik konyol mereka. Perpaduan kontradiktif inilah yang membuat mereka tetap relevan setelah puluhan tahun berdiri.

​Proses kreatif yang serba cepat menghasilkan sound yang organik dan mentah.

     doc. Primirive Chimpanzee - MV Makadam

Formasi Solid dari Kedalaman 1997

​Berdiri kokoh sejak tahun 1997, Primitive Chimpanzee telah melewati beberapa kali pergantian personel.

Kini, mereka melaju dengan formasi paling solid:

  • ​Victor Mutan Comando (Vokal)

  • ​Agus Moron (Gitar 1)

  • ​Adhista Irawan (Gitar 2)

  • ​Gindung Milas (Bass)

  • ​Agung Owah (Drum)


Menelusuri Jejak "MAKADAM": Kenapa Begitu Cepat?

​Bagi banyak band, tiga bulan mungkin hanya cukup untuk melakukan workshop satu atau dua lagu. Namun bagi Primitive Chimpanzee, tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk melahirkan sebuah karya gelap nan mencekam bernama MAKADAM. Proses kreatif yang serba cepat ini justru menghasilkan sound yang lebih organik dan mentah, seolah setiap kemarahan, tawa, dan keringat mereka terekam secara jujur tanpa polesan yang berlebihan.

​Album ini adalah bukti bahwa kematangan teknis yang mereka pupuk sejak dekade 90-an memungkinkan mereka untuk menciptakan aransemen kompleks dalam tekanan waktu yang sempit. MAKADAM bukan sekadar album, melainkan pernyataan bahwa mereka masih memiliki potensi sebagai veteran yang cukup tajam untuk merobek telinga pendengar baru maupun lama


​Estetika Visual dan Teror Kocak Panggung

​Mereka menolak untuk menjadi "seragam". Di saat band metal lain berlomba tampil seram, Primitive Chimpanzee memilih kostum yang berbeda di setiap panggung. Ini adalah bentuk pemberontakan visual. Dengan label Singup Thrash yang diberikan teman-teman di skena musik bawah tanah Malang, mereka siap membawa aura angker sekaligus jenaka ini ke panggung-panggung festival besar hingga titik gig paling bawah tanah sekalipun seperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. 

Sosial Media dan Digital Platform:


14 Mei 2018

TEROR TIMUR JAWA

Jelang bulan suci bagi umat islam
terjadi kerusuhan atas nama ketidakadilan
dari para teroris yang berstatus tahanan
meninggal 1 napi dan 5 aparat keamanan
dan setelah itu tak selang sepekan
terjadi teror yang berlainan
di Surabaya kota Pahlawan
Tiga gereja diledakkan
11 orang meninggal dunia dengan tragis
diduga oleh aparat dilakukan oleh para ekstrimis
mereka yang mengaku menjadi jihadis
untuk mendapat surga dan bidadari gratis
satu keluarga yang dibaiat ISIS
bahkan anak-anak kecilpun ikut jadi teroris
entah apa, entah siapa, entah kenapa terjadi miris
menjadi garis keras dari doktrin radikalis
komunal jahat mendikte secara agamis
menyerang jiwa muda mati tak humanis
ada duga juga ini pergerakan intelijen
bergerak para aktor dengan komando politik
menjelang pemilihan pemimpin daerah
menjelang pemilihan kepala negara
membuat teror
membuat rusuh
bermain dengan media
mempropaganda pikiran 
mengacaukan mental
APA?
SIAPA?
KENAPA?
BAGAIMANA?
KAPAN?

SEMUA TEROR BERAKHIR!

#SUROBOYOWANI #SIDOARJOORAWEDI #JAWATIMURDADISIJI

08 Mei 2018

Trias Ekaristo Puppetry

Berjalan dibawah serempetan makian
Mengambil bimbang jalan peraduan
Mengikuti fluktuasi perasaan
Taukah gerangan apa yang akan terjadi kemudian

Yang terjadi adalah barisan misteri
Dari sebuah memori yang tlah terlewati
Berbaris membangun pertahanan koalisi
Menghindari desakan peluru kontradiksi

Berlari, Diam dan bersembunyi di bawah tekanan ancaman
Maju adalah jebakan dan mundur adalah jurang makian
Lelah tapi sudah terlambat
Bersemangat tapi sudah terlaknat

Mengaku urban tapi tak lebih dari makhluk prasejarah
Mengambil langkah sepihak tanpa terarah
Pikiran skeptis yang membunuh sekitar
Menganggap dunianya selebar daun lontar


Taman Krida Budaya
Malang, 08/05/2017 10.24



09 Maret 2017

If All People's are United. God Save The Purity City! God Destroy The Evils.

bergerak masif tanpa menunggu komando elite, 


melangkah atas dasar mandiri komunal, 


bersatu dari hati nurani, konsep egaliter, 


persaudaraan dan kemanusiaan 


melawan benturan arogansi elit korporat,


melawan pion-pion yang ingin dijadikan martir 


untuk kelanggengan monopoli sumur uang 


dari inovasi determinasi teknologi. 


api tidak harus dilawan dengan api, 


di kota ini adalah tempatnya para kelas pemikir, 


selalu ada solusi 'diaway' 


ibarat pergerakan mematikan api 


dengan tekanan udara nitrogen, 


mematikan dan membekukan api.




God Save The Purity City! 


God Destroy The Evils. 


If All People's are United.






backsound 'Homicide - Post;Mortem diss Empowerment'

01 April 2016

102 Tahun Kota Malang



semoga Kota Malang menjadi Kota yang semakin nyaman, rapi tata kotanya, berkurang kemacetan, menjadi sejuk, semakin maju, masyarakatnya rukun, bersatu dan bersinergi selaras dengan budaya luhur yang tetap lestari!