• MALANG KUçEçWARA‬ • MALANG NOMINOR SURSUM MOVEOR • MALANG BELONGS TO ME •
Tampilkan postingan dengan label Arema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arema. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2010

AREMA JUARA SEMPURNA DI SENAYAN

Arema Indonesia sukses menjadi juara Djarum Indonesia Super League musim 2009/2010, meski hanya menuai hasil seri 1-1 saat bertandang ke markas PSPS Pekanbaru, Riau, Rabu (26/5). Dengan hasil ini, Arema total mengumpulkan 70 poin dan tak bisa lagi terkejar oleh pesaing terdekatnya, Persipura Jayapura.
 
 TEAM AREMA INDONESIA JUARA 1 sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB)

Arema Indonesia membuktikan sebagai tim terbaik Liga Super Indonesia (LSI) musim 2009/2010 dan layak menyabet gelar juara setelah dipertandingan terakhir membantai tuan rumah Persija Jakarta 1-5 di Stadion Gelora Utama Bung Karno, kemarin sore.
 Hasil pertandingan ini sebenarnya tidak berpengaruh bagi Arema yang sudah memastikan juara setelah mengalahkan PSPS pekan lalu. Dengan torehan poin 70, Arema dipastikan tidak terkejar lagi. Tambahan tiga poin hasil menang lawan Persija membuat Zulkifli dkk semakin kokoh dipuncak klasemen. 
 Salah satu sektor di SUGBK yang dipebuhi Aremania. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB)

Jumlah penonton yang menyaksikan duel Persija Jakarta melawan Arema Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (30/5) mencapai angka 82 ribu orang.
Ini merupakan rekor penonton terbanyak di Liga Super Indonesia (ISL) musim ini.
Puluhan ribu Aremania (pendukung Arema) dan The Jakmania (pendukung Persija) memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Sebagian bahkan meluber hingga ke pinggir lapangan.


Jumlah supporter home/away terbanyak sepanjang sejarah ISL. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB)

Menurut panitia, jumlah penonton mencapai 83 ribu orang. Namun angka ini belum termasuk ribuan penonton yang berhasil masuk tanpa tiket. Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Arema 5-1 yang dicetak oleh Bambang Pamungkas untuk Persija dan Esteban Guillen,Roman Chmelo,Noh Alamshah,Pierre Njanka. (ndc/s1j)

 
Bench cadangan :Dendy S,Rony F.,Juan Revi,Purwaka,Irfan Raditya. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB) 

 Along,Bustomi dan Fakhrudin sedang diperebutkan untuk Foto bersama. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB) 


 
Maskot Macan Kemayotan Persija dan Singo Edan Arema. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB) 


WE ARE  THE CHAMPION. PERSIK . BONEK SEMAKIN JAUH KETINGGALAN. sumber foto: Sam Adi bukan ida (FB) 

23 April 2010

AREMA Indonesia dan AREMANIA Tahun Ini










Diawali dengan lahirnya Arema, sebuah klub yang didirikan medio tahun 80-an oleh Acub Zainal yang semakin menjadi pusat perhatian setelah mengharumkan nama kota  Malang  dengan merengkuh gelar Juara Galatama tahun 1987. Dan akhirnya para pendukung Arema mengkristalisasikan dirinya menjadi Aremania, suatu paguyuban pendukung fanatik dan supporter setia. Kelahiran Aremania pun niscaya merupakan suatu proses panjang yang memiliki pencetus yang khas. Kejenuhan terhadap kultur kekerasan ditengah mereka ditambah keinginan menyalurkan kepuasan mendukung Arema secara lebih baik akhirnya berhasil menyatukan para pendukung Arema menjadi satu wadah yaitu Aremania. Perlahan tapi pasti energi berlebih yang mereka miliki mulai tersalur ke satu tujuan yaitu demi kejayaan Arema dan kemajuan Aremania.

Tak terhitung lagi berbagai macam kreativitas yang tercipta karenanya. Kota Malang yang sebelumnya sudah terkenal sebagai gudang musisi Rock, ikut menyumbangkan lagu-lagu yang ikut memanaskan suasana didalam Stadion saat pertandingan. Atraksi-atraksi berupa gerakan yang beragampun tanpa tahu siapa penciptanya tergelar dengan indah di setiap Arema berlaga. Ya, Aremania sudah menjelma menjadi sosok kunci bagi Arema, Aremania adalah perwujudan pemain ke 12, pemain yang secara wadag tidak ikut bermain di tengah lapangan, tetapi sejatinya mempunyai andil yang sama besar dengan para pemain lainnya.


Supporter sepakbola memang seakan partner sejati klub yang dibelanya, seakan dua sisi koin yang saling melengkapi. Tanpa kehadiran Aremania, irama permainan Arema pun sekan tanpa darah, laksana seorang pemuda yang berlaga tanpa disaksikan kekasih pujaan hatinya. Tetapi begitu nyanyian dan gerak ritmis Aremania membahana, Arema pun merangsek dan memaksakan kemenangan atas lawan-lawannya. Aremania pun menebarkan magisnya ke seluruh penjuru kota Malang. Berbagai spanduk, gambar-gambar, bendera dan berbagai macam benda yang berbau Arema-Aremania seakan sebuah virus yang menjangkiti kota. Semakin lama semakin meruah menjadikan satu identitas baru bagi kota Malang. Kota Malang semakin identik dengan Arema-Aremania.

Identitas Aremaniapun semakin kental terasa ditambah penggunaan bahasa walikan di antara mereka. Suatu bahasa yang tidak mempunyai struktur klasifikasi tertentu. Bahasa yang bisa digunakan oleh semua tua, muda bahkan anak-anak. Dengan berbekal semua itu Aremania semakin mantap mendukung Arema. Berbagai inovasi yang sifatnya sosio-kultural mereka ciptakan, supporter sepakbola yang anarkis mereka ganti menjadi supporter sepakbola yang loyal, atraktif, dan jauh dari kesan fanatisme buta. Mereka mencoba menciptakan suatu atmosfer yang semakin lama semakin kondusif, paling tidak di antara mereka terlebih dahulu. Paling tidak di stadion mereka dahulu, sehingga proses menonton sepakbola bagi mereka, niscaya menjadi proses ritual yang mempunyai tahapan-tahapan yang berlaku secara tidak tertulis tapi disepakati. Menonton Arema bertanding tidak afdol apabila tidak ikut menggunakan jersey, kaos atau atribut-atribut lainnya yang berbau Arema-Aremania. Begitu pula menonton tanpa melakukan gerakan-gerakan yang dipimpin dua dirigen legendaris Aremania, seakan kurang seru. Maka terciptalah suatu panggung pertunjukan yang spektakuler, suatu panggung interaktif yang melibatkan semua komponen didalamnya, Arema dan Aremania.

Tak jarang Aremania menjadi kritisi bagi ketidak adilan yang berlaku terhadap Arema, bahkan terhadap persepakbolaan negeri ini secara keseluruhan. Untuk itupun beberapa kali Aremania berbenturan dengan institusi-institusi sepakbola. Bukan tidak disadari bahwa ada konskwensi tertentu yang harus diterima untuk menjadi kritis di negeri ini, dan Aremania membuktikan siap menanggungnya.


Sampai pada gilirannya segala atraksi kreatif dan terobosan-terobosan Aremania terhadap seni dukungan supporter terhadap Arema diganjar gelar Supporter Terbaik di Indonesia. Dipelopori Aremania, mulailah bermunculan kelompok-kelompok supporter baru yang berusaha mengikuti jejak Aremania. Mendukung tanpa kekerasan tapi bersenjatakan kreativitas. Tapi seiring semakin besarnya Aremania, semakin besar pula masalah yang dihadapi. Mulai dari masalah finansial yang dialami Arema sehingga harus mengarungi beratnya kompetisi dengan kembang kempis. Tercatat harga tiket di Gajayana Malang adalah yang tertinggi, ini seakan menjadi pembuktian bahwa Aremania ingin mendukung Arema sekuatnya. Dengan di degradasinya Arema ke Divisi I tahun 2003 ditambah eksodusnya beberapa pemain, pelatih bahkan manager ke klub tetangga, semakin menambah berat beban Aremania untuk membuktikan kecintaannya.
Aremania tak bergeming, tetap setia mendukung dimanapun Arema bertanding dan ini dibayar lunas dengan kembalinya Arema ke Divisi Utama ditambah Arema menjadi juara perdana Piala Copa Indonesia.


Perubahan nama AREMA MALANG menjadi AREMA INDONESIA


Arema Indonesia (dulu: Arema Malang) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan" . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang. Sejak berganti pemilik dari PT Bentoel Investama, Tbk ke konsorsium di tahun 2009. secara resmi Arema Malang, berganti nama menjadi Arema Indonesia.

Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa.[rujukan?] Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania. Arema sendiri adalah singkatan dari Arek Malang. Arek dalam bahasa Indonesianya adalah Anak, jadi Arek Malang bisa juga berarti Anak Malang. Aremania adalah kelompok suporter yang sangat fantastis,menjunjung sportifitas dan memiliki loyalitas tinggi.Aremania pernah dinobatkan oleh PSSI sebagai kelompok suporter terbaik di Indonesia.
Stadion Utama
Stadion utama PT Arema Indonesia adalah Stadion Kanjuruhan yang merupakan stadion sepak bola yang terletak di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Kapasitasnya berjumlah 50.000 tempat duduk. Rekor penonton terjadi pada tahun 2004 ketika Arema Malang menjamu PSS Sleman, dihadiri oleh 80.000 penonton dalam rangka pembukaan Stadion Kanjuruhan Malang yang dihadiri oleh Presiden Megawati Sukarnoputri ketika itu, dan pada 13 Juli 2005 saat Arema Malang menjamu Persija Jakarta (1-0), yang dihadiri oleh 80.000 penonton dalam lanjutan Laga Divisi Utama Liga Indonesia XI.


Prestasi Yang Dicapai
 
Prestasi Lokal
1. Juara IV Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2003
uara I Kompetisi PSSI Divisi I Tahun 2004
Prestasi Nasional
1. Masa ke VIII Tahun 1987/1988 Rangking 6
2. Masa ke IX Tahun 1988/1989 Rangking 8
3. Masa ke X Tahun 1989/1990 Rangking 4
4. Masa ke XI Tahun 1990/1991 Rangking 4
5. Masa ke XII Tahun 1991/1992 Juara Galatama
6. Masa ke XIV Tahun 1992/1993 Rangking 6
7. Masa Kompetisi PSSI Divisi Utama
8. Masa ke I Tahun 1994/1995 s/d penyisian
9. Masa ke II Tahun 1995/1996 s/d penyisian
10. Masa ke III Tahun 1996/1997 s/d 12 besar
11. Masa ke IV Tahun 1997/1998 s/d beku operasi
12. Masa ke V Tahun 1998/1999 s/d penyisian
13. Masa ke VI Tahun 1999/2000 s/d 8 besar
14. Masa ke VII Tahun 2000/2001 s/d 8 besar
15. Masa ke VIII Tahun 2001/2002 s/d 8 besar
16. Masa ke IX Tahun 2002/2003 Peringkat ke 19 ( Degradasi ke Divisi I )
17. Masa Kompetisi PSSI Divisi Satu Liga PERTAMINA
18. Masa ke X Tahun 2003/2004 Juara I
19. Masa Kompetisi PSSI Divisi Utama
20. Masa ke XI Tahun 2004/2005 s/d 8 besar
21. Piala Indonesia Copa Dji Sam Soe 2005 Juara I
22. Piala Indonesia Copa Dji Sam Soe 2006 Juara I


Pemain Legenda


Mahdi Haris (1980's), Mecky Tata (1980's-1990's), Imam Hambali (1990's) Dominggus Nowenik (1980's-1990's), Singgih Pitono (1980's-1990's), Maryanto (1980's-1990's), Mahmudiana (1989-1996, 1998-1999), Aji Santoso (1980's, 1990's, 2000's), Joko Susilo (1990's-2000's), Kuncoro (1990's, 2000's), Nanang Supriadi (1993-2005), I Putu Gede (2000's), Sutaji (2004-2008), Erol FX Iba (2004-2006), Aris Budi Prasetyo (2004-2006), Firman Utina (2005-2006), Hendro Kartiko (2007-2008), Elie Aiboy (2007-2008), Ortizan Salossa (2007-2008), Ponaryo Astaman (2007-2008), Juan Manuel Rubio (1996-2000), Julio Caesar Moreno (1996-1997), Christian Cespedes (1998-1999), Fransisco Rodriguez "Pacho" Rubio (1999-2000), Rodrigo Fabian Araya (1999-2000, 2003), Badmidelle Frank Bob Manuel (2001), Jamie Rojas (2002), Joao Carlos (2004-2007), Junior Lima (2004-2005), Francis Yonga (2005-2006), Emile Bertrand Mbamba (2007-2008), Emaleu Serge (2005-2009)


Bentuk Aremania

Dengan bentuk Aremania yang tanpa struktur organisasi baku, melainkan terdiri dari Korwil-korwil (Koordinator Wilayah) cukup menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi model paguyuban yang dipilih berdasarkan azas kekeluargaan dan kebersamaan dengan musyawarah mufakat menjadi penentu pada setiap keputusan ini sudah sedemikian merasuk, terbukti melalui forum-forum musyawarah atau silaturahmi yang sering digelar. Model seperti ini juga cukup aman dari usikan niat-niat politis, karena tiadanya figur sentral yang bisa dirayu mengikuti arus politis tertentu bersama massanya.


Akan tetapi, seperti dulu pernah disinyalir bahwa kondisi Aremania yang tidak terorganisir sangat rentan terhadap friksi-friksi yang dapat menyebabkan konflik internal menjadi kenyataan. Hal inipun terjadi sekali dua di lapangan, yang sementara ini bisa diredam dengan metode musyawarah-mufakat. Akankah kondisi ini bisa dipertahankan seterusnya, dengan berganti-gantinya generasi Aremania yang pasti mempunyai akar pemahaman yang berbeda-beda pula ?  Generasi Aremania pertama mungkin merasa cukup dengan metode tersebut diatas dan sudah terbukti lewat sejarah, tapi generasi-generasi berikutnya memikul tantangan yang jauh lebih kompleks dengan batasan-batasan jarak dan waktu semakin menghadang.

Sementara tuntutan dunia modern sekarang ini akan suatu bentuk organisasi yang mampu memfasilitasi kebutuhan dan kepentingan Aremania baik secara internal maupun eksternal layak diapungkan dan dibahas lebih lanjut. Banyak langkah atau tindakan yang dilakukan oleh Aremania secara sporadis, terencana tapi baru sebatas secara regional.  Sedangkan keputusan yang diatasnamakan seluruh Aremania seyogyanya memerlukan pula pertanggungjawaban, baik secara formal maupun secara moral.



Masih yang Terbaik?


Masihkah Aremania merasa yang terbaik? Pionir itu pasti, yang terbaik? Ini patut dipertanyakan. Dari sisi penghargaan jelas, gelar Suppporter terbaik seakan enggan lagi terbang ke pangkuan Aremania. Ibarat perlombaan balap mobil, sekarang Aremania sedang berlomba dengan kelompok-kelompok supporter lain untuk menuju finish, yaitu gelar Supporter Terbaik. Meskipun tidak menafikan bahwa tidak selalu gelar mencerminkan kondisi nyata.

Masalah pelik yang sekarang menghantui Aremania, yaitu kreativitas, arogansi dan over konfidensi yang sekarang diidap Aremania. Dulu Aremania seakan merajai panggung kreativitas sepakbola tanah air, sehingga memikat banyak kelompok supporter lain untuk menirunya. Sekarang Aremania tidak bisa lagi mengandalkan lagu-lagu, gaya-gaya, atribut-atribut dengan model lama, karena kelompok-kelompok supporter lain pun memilikinya. Ironisnya, tak terhitung berapa banyak lagu-lagu Aremania yang dijiplak mentah-mentah meskipun ada beberapa bagian yang diganti, ataupun gerakan-gerakan massal di stadion yang semakin lancar ditiru bahkan dikembangkan kelompok-kelompok supporter lain.

Menjadi supporter yang santun, yang sanggup mengendalikan emosi pada situasi apapun, termasuk situasi tersulit sekalipun tetap menjadi agenda utama yang harus diusung Aremania. Atau kalau tidak, Aremania akan kembali terjerembab ke masa silam yang kelam, masa di mana emosi bertahta dan mampu menyingkirkan akal sehat.

Konfidensi adalah baik sepanjang itu tidak menjerumuskan diri ke zone yang membuat kita nyaman dan malas melakukan perbaikan diri dan pengembangan. Disaat Aremania merasa menjadi yang terbaik, diluar sana banyak kompetitor yang meningkatkan kemampuannya. Aremania harus mampu keluar dari zone nyaman yang melenakan, Aremania harus melakukan terobosan-terobosan baru seperti dulu. Menjadi yang terbaik itu memang berat tapi mempertahankan untuk selalu menjadi yang terbaik, itu jauh lebih berat.



Medan, 23 April 2010

Salam Satu Jiwa

14 April 2010

Kami AREMANIA sudah Dewasa !!!




TIDAK ADA YANG SUKA KAMI, KAMI TIDAK PEDULI.
KAMI SUPPORTER BUKAN ANAK MAMI.
SIAPA YANG MENEBAR ANGIN AKAN MENUAI BADAI.
KALIAN JUAL KAMI PASTI BELI.
KALIAN CACI KAMI GAK PEDULI.
KAMI KALAH KALIAN TERTAWA.
KAMI MENANG KALIAN FITNAH TANPA FAKTA.
KAMI TERIMA DENGAN LAPANG DADA.
KAMI YAKIN SEMUA PERBUATAN ADA KARMANYA.
BIARLAH MEREKA BICARA KITA BALAS DENGAN TERTAWA.
BIARKAN MEREKA MEMFITNAH KITA DOAKAN SAJA MEREKA CEPAT BERUBAH.
BIARKAN MEREKA MEMBUAT BERITA KITA BACA SAJA.
BIARKAN MEREKA MENYUDUTKAN KITA ANGGAP SAJA MEREKA BERCANDA DENGAN KITA.
SEMUA YANG MEREKA LAKUKAN PASTI DAPAT BALASAN KITA DOAKAN YANG TERBAIK SAJA UNTUK MEREKA.
KAMI AKAN TETAP MENDUKUNG AREMA SAMPAI KAPANPUN DAN DIMANAPUN.KARENA KAMI AREMANIA.

-salam satu jiwa-

03 April 2010

Singo Edan Arema Indonesia ngamuk bantai tanpa ampun Pelita Jaya Karawang

Arema Indonesia membantai tim tamunya Pelita Jaya Karawang dengan skor 6-1 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jatim, Sabtu malam.

Melalui kemenangan besar itu, Arema makin kokoh berada di puncak klasemen LSI 2009/2010 dengan koleksi poin 57 dari 27 kali bertanding. Sementara Pelita Jaya tetap berkutat berada di zona degradasi dengan perolehan poin 27 dari 28 kali bertanding.

Gol pembuka Arema diawali dari "heading" Noh Alam Shah yang menciptakan tiga gol (hattrick) selama 90 menit pertandingan. Noh Alam Shah membobol gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardana masing-masing pada menit ke-15, 42 dan 53.

Sedangkan tiga gol lainnya dilesakkan oleh Muhammad Fachruddin pada menit ke25 dan 49 serta Muhammad Ridhuan pada menit ke-87. Sementara satu-satunya gol balasan yang mengoyak jala gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga dipersembahkan oleh Esteban Viscara pada menit ke-74.

Mengawali babak pertama, para pemain Arema langsung melakukan serangan bertubi-tubi yang akhirnya membuahkan gol pada menit ke-15 dan 10 menit kemudian M Fachruddin menggandakan kemenangan bagi tim Singo Edan.

Pertandingan yang mempertemukan tim puncak klasemen dengan tim zona degradasi dan dipimpin wasit Armando Pribadi itu berjalan biasa, tidak ada permainan keras apalagi menjurus kasar.

Namun demikian wasit Armando tetap mengeluarkan dua kartu kuning yang dihadiahkan untuk Achmad Bustomi dan Zulkifly Syukur (Arema Indonesia).

Melihat permainan anak asuhnya yang tidak sesuai skenario, pelatih Pelita Jaya Jajang Nurjaman menambah amunisinya dengan mengganti Johan Ibo dan memasukkan Achmad Jufrianto.

Selain itu juga menarik Jajang Mulyana yang digantikan oleh Marwah serta Dedi Kusnadi yang digantikan Yusmadi. Pelatih Arema Indonesia pun memanfaatkan tiga kali pergantian pemain, yakni M Fachruddin diganti Dendy Santoso, Pierre Njanka diganti Juan Revi, dan Zulfifly Syukur diganti Hermawan.

Dengan kemenangan yang digenggam Arema Indonesia dari Pelita Jaya itu, jalan tim Singo Edan menuju tahta juara LSI 2009/2010 semakin terbuka lebar.(S1J)

31 Maret 2010

Disaksikan SBY, Singo Edan Arema Indonesia melahap Persitara Jakarta Utara

STADION KANJURUHAN MALANG -- Selebrasi salam hormat mewarnai keberhasilan Arema Indonesia menaklukkan Persitara Jakarta Utara 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/2). Salam hormat dilakukan M Ridhuan dan Dendy Santoso, pencetak gol kemenangan Arema di laga ini, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongannya.

Ridhuan Muhamad merayakan golnya ke gawang Persitara. (foto: ongisnade.net)
Pencetak gol: Ridhuan Muhamad 33, Dendi Santoso 70 (Arema)

SBY menonton langsung laga tersebut sebagai bagian dari kegiatan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang.

Tiga poin mengukuhkan posisi Arema di puncak klasemen LSI dengan nilai 54 dari 26 laga. 'Singo Edan', julukan Arema, unggul enam poin dari Persiba Balikpapan yang sudah melakoni 28 laga.

Sebaliknya, Persitara semakin mendekati ancaman degradasi. Dari 26 laga, Persitara baru mengoleksi 20 angka dan masih terpuruk di posisi ke-18 klasemen atau peringkat akhir. Persitara tertinggal lima angka dari peringkat ke-17, Pelita Jaya.

Laga ini menjadi spesial dengan kehadiran SBY beserta ibu negara Ani Yudhoyono serta Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Sebab baru kali pertama SBY menyaksikan langsung pertandingan reguler Liga Super Indonesia di stadion.

Kehadiran SBY terlihat memacu semangat

Robert Alberts saat bersalaman dengan Presiden SBY. (foto:ongisnade.net)
pemain kedua tim. Baik Arema maupun Persitara bermain ngotot untuk mencetak gol. Arema yang sedikit lebih dominan akhirnya memimpin lebih dahulu di menit ke-32 memanfaatkan kelemahan di lini belakang Persitara.

Menerima umpan lambung dari tengah, Ridhuan yang berlari dari sisi kiri pertahanan Persitara menggiring bola hingga ke kotak penalti. Melihat kiper Persitara Hisanori meninggalkan gawangnya, Ridhuan melepaskan tendangan mendatar menjebol gawang Persitara.

'Laskar Si Pitung', julukan Persitara, bukan tanpa peluang. Berkali-kali para striker Persitara mendapatkan peluang emas namun gagal memanfaatkannya, termasuk saat tendangan Tantan hanya melebar sedikit di sisi kanan gawang Arema di penghujung babak pertama. Padahal Tantan dalam posisi bebas tanpa kawalan untuk menaklukkan kiper Kurnia Meiga.

Lapangan yang diguyur hujan gerimis tidak mengurangi agresivitas peman kedua tim di babak kedua.
Ketenangan ini kembali berbuah manis di menit ke-70.
Roman Chmelo yang lepas dari kawalan bek kiri Persitara menggiring bola tanpa terkawal dan melepaskan umpan matang kepada Dendy. Striker yang kerap menghuni bangku cadangan ini tidak menyia-nyiakan peluang emas dan hanya menyontek bola dengan pelan untuk mencetak gol. Gol ini disambut meriah oleh Aremania, kelompok suporter Arema, yang hadir memadati lapangan.

Dendy kemudian melakukan selebrasi yang mirip dengan Ridhuan, memberi hormat ke arah tribun VVIP yang ditempati SBY beserta rombongannya...

Kondisi lapangan basah yang mempengaruhi permainan juga dirasakan oleh Arema. “Lapangan basah berpengaruh terhadap permainan tim. Tapi menang atau kalau bukan disebabkan karena hujan,” kata pelatih Arema, Robert Alberts yang diterjemahkan oleh asisten pelatih Listiadi.
Disinggung mengenai penampilan Hermawan dan gol Dendi Santoso, Robert memuji dua pemainnya itu. “Hermawan akan dimainkan lebih lama pada pertandingan berikutnya,”
“Dalam 30 menit pertama masih ada kurang komunikasi antar pemain, tapi yang jelas kemenangan ini juga berkat dukungan Aremania,”
“Dendi bermain bagus dan bisa cetak gol, sebagai pemain yang masih muda, pengalaman dia akan terus diasah,”
Gelandang bertahan Arema asal Uruguay, Esteban Guillen, dinilai sebagai pemain terbaik alias man of the match pada pertandingan ini. Arema tetap bermain percaya diri mengatasi upaya tak kenal lelah Persitara untuk mencetak gol.

Guyuran hujan deras sejak siang di Stadion Kanjuruhan tidak menyurutkan langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didamping Menegpora Andi Mallarangen, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Gubernur Jatim Soekarwo untuk menyalami pemain-peman Persitara dan Arema serta ofisial pertandingan sebelum kick off dimulai.
Presiden yang hadir beberapa menit sebelum kick off pun langsung disuguhi atraksi Aremania yang memenuhi Stadion Kanjuruhan, sementara di atas lapangan, permainan terbuka dari kedua tim menjadi daya tarik tersendiri meski diiringi hujan deras sepanjang pertandingan.(S1J)

22 Maret 2010

Sang Singa Fajar

 

Sepertinya, tak ada yang lebih indah

Selain menatap sang fajar muncul di pagi hari

Hidup

Segar

Memancarkan kehangatan

Fajar itu juga terbit di Bhumi Arema

Harapan, entah besar, entah kecil bermunculan

Harap menghapus duka di malam sebelumnya

Harap bisa kembali menjadi juara

Harap bisa sembuh dari kekalahan tanpa masalah

Harap bi...sa selalu mendukung Arema

Harap cukup bisa melihat Arema berlaga walaupun diperantauan

Harap pulang dan bernyanyi di kanjuruhan.

Harap yang dititipkan pada harapan baru

Aremania, baru saja mempunyai semangat baru

Sang Singa Fajar sudah muncul

Mari bergerak

Maju

Salam satu Jiwa

20 Maret 2010

Sebuah Pesan dari Singa

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/06/1309186942172036103.jpg

Singa, simbol dari raja-raja di Zulu!Singa, guntur dari lembah-lembah!Mana gemuruh Anda adalah untuk didengarkan, ada kehidupan yang ditemukan.Mana napas Anda harus berbau, tidak ada kejahatan.Dan di mana Anda terlihat, tidak ada rasa takut!Singa, mungkin Anda tidak akan dihapus jejak oleh angin yang lewat,dan lama mungkin Anda berjalan di dataran bumi ini.Hidup! Bayete!(Zulu doa untuk menghormati singa-diambil dari "Anak-anak Matahari Allah" )
Aku alway memiliki hubungan yang mendalam dengan "Raja Binatang". Ini menuntun saya untuk menemukan kedua hewan indah di Le Zoo Jurques, di Normandia, Perancis. Merasa rindu untuk Afrika aku melanjutkan pencarian untuk berhubungan dengan seekor singa.
Aku menemukan kebun binatang sekitar satu jam dari tempat saya tinggal.
Setelah berbicara dengan beberapa meercats, yang sedang meringkuk dalam kandang air panas, cukup aman dan bahagia, aku memberanikan diri pergi ke Lions. Singa betina melihat aku sebelum aku melihatnya. Matanya mengikuti jalan saya ke arahnya. Aku memperkenalkan diri kepadanya dan mengatakan kepadanya betapa terhormat aku berada di hadapannya. Aku merasa sambungan langsung. Aku merasa ini rasa kesepian yang luar biasa datang dari dirinya, dan perasaan yang tidak termasuk (tidak mengherankan karena ia satu juta mil jauhnya dari tempat ia "milik").
Aku tidak percaya bahwa dia tanpa pasangan! Aku bertanya di mana pasangannya itu, dan punya perasaan bahwa aku harus pindah ke ujung lain kandang. Di sana saya menemukan area tampilan utama-kaca jendela besar membiarkan orang-orang melihat singa tanpa harus melihat melalui pagar. Salah satu jendela melihat ke ruangan yang konkret, di mana aku menemukan yang aku cari. Ia sedang duduk dalam pose yang mengingatkan saya pada Sphinx di Mesir. Dia tertutup ke ruang beton.

Ketika tiba-tiba ada kerumunan vistors clammering untuk melihat makhluk indah ini, aku berjalan-jalan, berniat untuk kembali ketika ada sedikit orang-orang di sekitar. Ketika aku kembali, salah satu zookeepers telah datang dan pergi ke pintu gerbang layanan kandang. Singa betina dengan cepat menanggapi hal ini dan pergi ke depan untuk pembukaan beton lampiran, yang ada dua. Dia tertutup di satu tanpa jendela dan pasangannya dibiarkan keluar. Aku tinggal untuk mencoba dan mencari apa yang sedang terjadi. Aku terhubung dengan singa jantan dan merasa marah besar dari dia. Dia frustrasi, kesepian dan marah.

Setelah beberapa saat singa betina mulai menggaruk di pintu dibiarkan keluar. Dia ingin bersama pasangannya. Aku hanya bisa melihat sebagian kecil dari dirinya melalui sebuah lubang. Pada saat saya memfokuskan perhatian pada dirinya, dia dicambuk kepalanya berkeliling dan menatapku desparately. Dia meminta saya untuk membantu. Dia kemudian mengeluarkan gemuruh yang besar pasangannya kemudian menjawab dengan suara gemuruh yang mengguncang tanah, dan masih bergetar di udara menit setelah. Mereka harus bersama-sama
Itu dia, aku harus ke bagian bawah ini. Singa tidak tahu mengapa mereka sedang disimpan terpisah. (Aku tahu ini bukan situasi permanen, tapi aku harus mencari tahu mengapa.) Aku pergi untuk mendapatkan bantuan. Sayangnya perancis saya tidak terlalu baik dan orang yang saya temukan tidak bisa berbahasa inggris. (Singa mengerti saya lebih baik daripada manusia) saya meninggalkan kebun binatang, singa-singa mengatakan bahwa aku akan kembali. Aku punya kebun binatang alamat email dan menulis kepada mereka untuk mencari tahu mengapa mereka singa-singa itu terpisah. Kisah aku kembali menjelaskan kesepian mereka berdua.
Lions asli pasangan telah meninggal karena usia tua. Perempuan ini hanya berada di sana selama dua bulan dan mereka harus memperkenalkan mereka kepada eachother perlahan-lahan. Diketahui bahwa Jika singa betina menolak pasangan barunya dia bisa dengan mudah dibunuh oleh-Nya. Saya menemukan bahwa mereka ditempatkan bersama-sama di pagi hari dengan penjaga mengawasi mereka dan mengamati perilaku mereka-siap untuk langkah pada tanda-tanda bahaya bagi singa betina. Pemilik kebun binatang telah ramah setuju untuk saya mengunjungi mereka besok (Kamis 31 Oktober) untuk mengamati dan berkomunikasi dengan mereka bersama-sama .... Saya akan menulis lebih banyak tentang apa yang saya temukan.
Saya telah menghubungkan dengan mereka selama jarak dan merasa bahwa mereka memiliki pesan yang sangat kuat bagi saya, bukan hanya tentang mereka dan penderitaan mereka. Aku punya perasaan pekerjaan saya akan membawa saya pada sebuah "Lion Quest" Belajar dan berkomunikasi dengan singa yang telah diambil dari tanah air mereka di Afrika.

Pesan
Malam sebelum aku pergi menemui mereka. Saya bekerja dengan foto-foto saya diambil. Ingin menyampaikan kepada mereka berdua, alasan mengapa mereka berpisah. Aku mengutus mereka gambar dari mereka yang bersama-sama untuk hidup. Bahwa singa betina memerlukan perlindungan dan cinta singa, dan bahwa singa, dengan segala kemarahannya membutuhkan perawatan dan cinta singa betina. Mereka hanya punya eachother.
Dipenuhi dengan kesedihan yang sangat besar bagi makhluk luar biasa ini, Aku mengutus mereka cahaya penyembuhan dan mengatakan kepada mereka betapa mereka dicintai karena apa yang mereka lakukan. Saya bekerja bersama mereka untuk jangka waktu cukup lama, dan turun sepanjang malam. Ketika aku terbangun di pagi hari, aku merasa bahwa mereka lebih damai dengan eachother.
Aku tiba di kandang singa dan disambut oleh singa betina. Aku menyapanya kembali dan bertanya bagaimana mereka berdua masuk. Sebagai jawaban ia berjalan sampai dengan pasangannya, menggigit dia di belakang, ia memberinya sedikit geraman untuk meletakkan di tempatnya, lalu mereka duduk bersama-sama. Aku pada gilirannya duduk dan mulai tuning masuk
Apa yang saya kembali meninggalkan aku kagum. Rasanya seperti jika saya terhubung dengan mereka pada dua tingkatan yang berbeda. Fisik, di mana aku tahu perasaan mereka seperti daging dan darah singa, dan tingkat spiritual, di mana mereka mengatakan kepada saya tentang tujuan mereka yang lebih besar. Saya menulis semuanya di saat aku mendapatkannya. Ini pesan mereka:
Ada perubahan. Ada ikatan antara singa dan manusia yang kembali ke awal waktu. Meskipun berbahaya, ikatan ini tetap ada dan memperkuat. Seperti kita manusia mempunyai tujuan dan misi dalam hidup, begitu juga singa-singa. Mereka adalah makhluk yang sudah tercerahkan, kita mendapatkan ada. Mereka adalah raja dari binatang, bukan kita. Setiap Lion yang terkena manusia, baik itu pemburu atau penyembuh, mengajarkan kepada kita kasih sayang. Dalam kekuatan yang mereka miliki kasih sayang, dalam penderitaan mereka mereka memiliki belas kasihan. Di mana ada kasih sayang ada kekuatan, di mana ada kekuatan, ada kehidupan.

Aku tidak percaya bahwa satu-satunya tujuan dari Singa adalah untuk mengajarkan manusia kasih sayang. Bagaimana sombong akan percaya bahwa kita adalah satu-satunya tujuan dari keberadaan binatang. Yang benar adalah bahwa binatang dan manusia adalah bagian dari keseluruhan hidup bersama. Manusia telah menghancurkan ikatan alamiah kita dengan binatang dengan kekejaman dan ketakutan. Singa dan semua hewan lain (termasuk manusia) memiliki hak untuk hidup bebas dalam dunia mereka.
Dinginnya pagi membawaku kembali ke dunia nyata (ini saja). Aku tidak bisa membantu menanyakan kepada mereka bagaimana mereka mengatasi dengan dingin. Aku diingatkan bahwa singa lembut sekali berkeliaran Briton dan Benua. Mereka telah beradaptasi, dan melakukan beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Membaca lebih dari apa yang telah kutulis, aku bertanya-tanya bagaimana hal-hal yang telah berubah. Masih begitu banyak kekejaman. Pengingat lembut lain mengatakan kepada saya bahwa 50 tahun yang lalu ia tidak akan berada di sebuah kandang besar dengan rumput dan pepohonan. Dia akan berada dalam sangkar baja, dengan hampir tidak cukup ruang untuk berbalik masukYa, ada perubahan!

Sayangnya perubahan ini tidak terjadi dengan sangat cepat, singa masih sedang diburu, belum lagi penderitaan begitu banyak hewan di bumi ini. Singa sedang dibiakkan untuk "berburu kaleng" di mana singa ditembak ketika mereka sedang terbius dan tertutup, dengan tidak ada kesempatan untuk melarikan diri!Berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kita untuk belajar kasih sayang?

14 Maret 2010

PERSIB BANDUNG vs AREMA INDONESIA 14/03/2010




KITA BUKTIKAN NANTI SORE BIRU SEJATI SEBENARNYA ???
AREMA INDONESIA SINGO EDAN ATO PERSIB MAUNG BANDUNG.
PERTANDINGAN YANG BERTEPATAN DENGAN ULTAH PERSIB.
AKAN MENDAPAT HADIAH KEMENANGAN ATO HADIAH KEKALAHAN???.

CHECK THIS OUT THIS EVENING.

SALAM SATU JIWA AREMANIA - SALAM DAMAI VIKING BARAYA AINK.

10 Maret 2010

Jadwal Pertandingan Home/Away Arema Indonesia.

  • Rabu, 10 Februari 2010 PSM Vs AREMA
  • Minggu, 14 Februari 2010 Persiba Vs AREMA
  • Kamis, 18 Februari 2010 AREMA Vs Persik
  • Minggu, 21 Februari 2010 AREMA Vs Persebaya
  • Selasa, 9 Maret 2010 Persema Vs AREMA
  • Minggu, 14 Maret 2010 Persib Vs AREMA
  • Sabtu, 20 Maret 2010 Sriwijaya Vs AREMA
  • Rabu, 24 Maret 2010 AREMA Vs Persijap
  • Minggu, 28 Maret 2010 AREMA Vs Persela
  • Rabu, 31 Maret 2010 AREMA Vs Persitara
  • Sabtu, 3 April 2010 AREMA Vs Pelita Jaya
  • Minggu, 11 April 2010 Persiwa Vs AREMA
  • Sabtu, 24 April 2010 Persipura Vs AREMA
  • Minggu, 16 Mei 2010 AREMA Vs Persisam
  • Rabu, 19 Mei 2010 AREMA Vs Bontang FC
  • Rabu, 26 Mei 2010 PSPS Vs AREMA
  • Minggu, 30 Mei 2010 Persija Vs AREMA
Loyalitas Tanpa Batas.... Salam Satu Jiwa....

Chant/Yel-Yel/Lagu AREMANIA di Stadion



AREMAAA... AREMAA....
KITA DISINI AREMAAA....
AREMAAA.... AREMA...
KITA DISINI AREMA......

Kami ini AREMANIA
Kami selalu dukung Arema
Dimanapun berada kami selalu ada
Karena kami Aremania...

AREMA SINGO EDAN JANGAN LOYO
AREMA SINGOEDAN JANGAN KENDO
KALO AREMA LOYO
KALO AREMA KENDO
BUKAN SINGO TAPI PUTRI SOLO

AREMA AREMA AREMANIA
AREMA AREMA AREMANIA
SINGO EDAN PASTI MENANG

DISINI AREMA BERLAGA
BANTAI LAWANMU SEKARANG JUGA
DISINI AREMANIA PENDUKUNG SINGO EDAN
SINGO EDAN PASTI JUARA (Mars SLANK)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid1anPCpWAwYOGOAm6kbZvRT5nwBeaPmUS11rWD25AxLZjFqgyZkT_FtXlbIvSGOs3QF3aLpierNGiFkTpwLZPKw9ig3kkfBvnGUK0m4lEl-WaWLoQRB3hSBqpPUyIjEZ7arSo4Rmkg_Yk/s640/Yuli+Sumpil+2.jpg

AKU BANGGA MENJADI AREK MALANG!!
KEMANA-MANA DIJULUKI SINGO EDAN...
KUKU KU PANJANG UNTUK MENCAKAR LAWAN
TARING KU TAJAM UNTUK MEMBUNUH LAWAN..
AREMA SINGO EDAN...
KALAH MENANG, HATI SENANG..
ITULAH PERMAINAN..

AREMA SINGO EDAN LAHIR DIKOTA MALANG
AREMA SINGO EDAN MEMBAWA KEMENANGAN
TIDAK KEMANA-MANA AREMA DIMANA-MANA
TIDAK KEMANA-MANA AREMA PASTI JAYA

AREMA... AREMA... SINGO EDAN
AREMA SINGO EDAN PASTI MENANG
SATUKAN TEKADMU
KOBARKAN SEMANGATMU
AREMANIA SLALU MENDUKUNGMU

Ooo AREMA...
SORE INI SINGO EDAN PASTI MENANG



A :Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
R :Rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
E :Meeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
M :Mmmmmmmmmmmmmmmmmmm
A: Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
A-R-E-M-A


AREMA... AREMA Singo edan
Disinipun kami mendukungmu
Disanapun kami mendukungmu
Dimanapun kami mendukungmu
oh... AREMA (Ike nurjanah - Terlena)

Syalalala... Syalalalala....
Syalalala... Syalalalala.... Syalalala...
Di Atas Tribun Kami Bernyanyi
Di Atas Tribun Kami Bergoyang
Tuk Mendukung Satu Nama AREMA
Demi Kejayaan Singo Edan
Kami Hanya Ingin Kemenangan
Singo Edan Jadi Juara (Tani Maju - Artis Top Daerah)

BANTAI.. BANTAI BANTAI (nama klub lawan)
BANTAI (nama klub lawan)
Di Kandang SINGA



Di neraka gak ada Titi Kamal
Di neraka gak ada Luna Maya,
Di Neraka gak ada soto ayam babat,
Yang ada cambuk malaikat..
Singo Edan Aremania
Satu Tekad Dukung Arema
Di Neraka yang ada BONEK-BONEK Jancok..!!!
mendapat CAMBUK MALAIKAT..!!!

Arema,, Arema Singo Edan...
Singo Edan Aremania...lalalalala..
Sekarang,, Arema Menang...
BonekJancok.!!! Dibunuh Saja..!!!!


http://www.umm.ac.id/files/image/berita_luar/olah_raga/aremania.jpg

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim...
Dengarkanlah Do'a dari kami...
Kami Aremania Pendukung Singo Edan jadikanlah Arema Juara

Aku iling tahun 2000-an ker
lagune Aremania gawe aremania seng meneng karo lungguh(duduk) tok
ngene lagune
(Julez menunjuk ke arah tribun aremania yg sedang duduk-duduk)
He... Sore ini Arema Nonton Wayang
He...Sore ini Arema Nonton Wayang
He... Sore ini Arema Nonton W yang
(seketika Aremania yg Duduk langsung berdiri)


Kami Arema
Salam satu jiwa
Di Indonesia
Kan slalu ada
Slalu bersama
Untuk kemenangan..
Kami AREMA....

Koen jare sopo ono sing isok ngalahno Aremania
Lah kok isok,
Sakjane koen yo ngerti klub ndek Indonesia yo mek AREMA... AREMA....

We Love Arema
We Do...
We Love Arema
We Do...
We Love Arema
We Do...
AREMA we Love You

Jangan kembali pulang
sebelum AREMA menang
Walau harus mati ditengah lapang
AREMA teruslah berjuang

Ayo dukung AREMA
Ayo Jangan diam saja
Ayo bernyanyi bersama
Ayo katakan Oo... Oo... Oo...

Equality Equality For You and me and Forever
Equality Equality AREMA sing and drunk together (Begundal Lowokwaru - Equality)

Bersatu dalam Jiwa
Bersatu dalam Nyawa
Janji Sumpah Setia
AREMA SELAMANYA!!!









08 Februari 2010

RAMALAN KEPRIBADIAN AREMA INDONESIA

**************************
**********************************************************
Nama = AREMA
Unsur Aksara Jawa:
¤ Aksara depan = Ha
¤ Aksara belakang = Ma
Lahir = Selasa Kliwon, 11 Agustus 1987
15 Besar 1919 Tahun DAL Windu SANGARA
15 Zulhijah 1407H
Jenis Kelamin = Laki-Laki
Neptu = 11
Wuku = PRANGBAKAT
Pangarasan = Aras Tuding
Pancasuda = Sumur Sinaba
Dina = Dina Iwak
Lintang 12 = Lintang Dali (Dalu)
Pranotomongso = KARO ( 3 Agustus - 25 Agustus )
Bintang = LEO ( 22 Juli - 21 Agustus )
********************************************************************************************************

<< SIFAT-SIFAT YANG SANGAT MENONJOL >>
Pemberani / tak gentar menghadapi tantangan / bukan seorang penakut, nyalinya besar µµµµµ
Jujur µµµµ

<< SIFAT-SIFAT YANG MENONJOL >>
Mudah tersinggung / emosi, peka perasaannya µµµ
Angkuh µµµ
Pemarah, mudah naik darah µµµ
Tegas µµµ
Percaya diri besar, pikirannya mantap µµ
Sifatnya kalau baik maka baik sekali dan kalau buruk maka buruk sekali µµ
Berpandangan luas µµ
Besar keinginannya / kemauannya µµ
Cakap, tangkas, terampil µµ
Pemalu µµ
Perintahnya lembut awalnya tapi keras akhirnya µµ
Tinggi hati / sombong / suka mengagung-agungkan kemampuannya / suka berlagak / suka berbangga diri / pamer µµ
Tenang dalam menghadapi masalah µµ
Halus tutur kata, manis bicara (suka bicara yang baik-baik), pandai mengatur bahasa µµ
Dapat menjadi pelipur lara bagi orang yang sedang mengalami kesedihan / kesusahan, dan banyak orang meminta perlindungan, menjadi tempat mengadu / meminta nasehat orang yang sedang kesusahan µµ
Sering ditunjuk dalam hal apapun µµ
Ikhlas / suka rela / tulus hati, jika menolong tidak suka mengharapkan imbalan µµ
Seorang yang pintar µµ

<< SIFAT-SIFAT UMUM (KURANG BEGITU MENONJOL) >>
Kalau marah berbahaya, suka merusak ataupun susah redanya, mudah kalap µ
Menyukai kebebasan, tidak ingin terikat ataupun dikuasai, tidak suka diatur µ
Nampak angker, menakutkan µ
Suka memperdaya / mempermainkan orang / jahil µ
Menyukai hal-hal yang berbau spiritual / supranatural, ilmu kebatinan / gaib µ
Avonturisme µ
Egois µ
Suka kebesaran, suka kekuasaan, suka hal-hal mengenai sesuatu agar melebihi orang lain µ
Tekun, rajin, giat, banyak bekerja (tidak suka berdiam diri / menganggur / berpangku tangan), seorang pekerja keras. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat pemalas, kurang tekun, kurang rajin, kurang giat, suka meninggalkan pekerjaan, suka menumpuk-numpuk tugas, suka menunda-nunda pekerjaan, kalau bekerja sering tidak tuntas µ
Suka benda-benda yang aneh / antik / benda sejarah, suka akan hal-hal yang menakjubkan µ
Pantang mundur / tidak kenal menyerah / putus asa, keras hati µ
Berbudi luhur, luas budinya µ
Berwibawa / punya kepribadian yang berpengaruh, banyak orang yang segan / hormat µ
Tidak suka mementingkan diri sendiri µ
Tertutup, tidak suka terus terang. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat terbuka, terus terang µ
Penyendiri (suka sendirian), suka sepi / kesunyian, tidak suka berkumpul dengan banyak orang µ
Bertanggungjawab µ
Pandai membawa diri / menyelaraskan diri / menyesuaikan diri / tahu diri µ
Solidaritasnya tinggi µ
Tak mau kalah & dikalahkan, ingin menangnya sendiri, selalu ingin dikasih lebih µ
Perangainya buruk / brangasan / brutal / kasar µ
Tidak suka curiga / mudah mempercayai µ
Banyak akal, kreatif, cerdik µ
Gegabah / sembrono / ceroboh / kurang perhitungan µ
Dimusuhi /disirik banyak orang, kalau berteman hanya sebentar µ
Suka membela kaum yang lemah, suka membela kebenaran µ
Pengkhayal, pelamun µ
Senang menuruti apa yang diinginkannya, suka seenaknya sendiri µ
Ambisius, cita-citanya tinggi, ingin menjangkau sesuatu walaupun diluar kemampuannya, suka berpikir yang muluk-muluk µ
Adil µ
Baik hati, mulia, kesucian µ
Suka berpikirannya positif µ
Tidak suka buru-buru, santai µ
Pesimis / kurang bersemangat µ
Dermawan, tidak pelit, suka memberi / beramal, pemurah µ
Setia / punya loyalitas µ
Suka kebersihan, suka keindahan µ

********** A S M A R A **********
Berbahagia dengan perkawinannya µ
Bertanggung jawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya µ
Menyukai kawin (hubungan sex) µ
Tidak suka dikalahkan oleh pasangannya untuk urusan asmara µ
Penuh perhatian dan akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan pasangannya, ingin selalu memberi yang terbaik untuk orang yang dicintainya, pandai memahami kemauan (tahu / ngerti) terhadap pasangannya µ
Ingin agar selalu diperhatikan µ
Tidak suka jika cintanya ditolak / dikhianati µ
Mata keranjang µ

********** R E J E K I **********
Rejekinya cukup baik µµµ

PROKLAMASI AREMANIA

Kami AREMANIA.supporter AREMA INDONESIA
Hari ini tanggal 16 januari 2010.telah terbebas dari
segala sangsi hukuman dari komisi disiplin PSSI,
oleh karena itu, maka...
Kami AREMANIA.suppoorter AREMA INDONESIA
akan kembali menjadi supporter yang KREATIF dan
ATRAKTIF kebanggaan bumi AREMA dan
INDONESIA !!


Malang,16 januari 2010
ttd'


AREMANIA

Aku jauh dari AREMAKU

Jauh, aku darimu
Sakit.. Diserang rindu !
Kunyanyikan lagu-lagumu
Menjerit .. Mengaduh ...

Air mata meleleh di pipiku
Tak kuasa menahan perih,
Rindupun tak terlepaskan...

Aku bagaikan singa Jantan yg meraung-raung...
Meronta di kandang yangg sepi
Aumanku lenyap tanpa daya
Tak sampai di telingamu

Namun ku kan sabar menunggu
Saat luapan hatiku di Bhumi Arema
Kan kubuktikan cintaku !
Karna Satu Jiwaku,
hanya untuk Aremaku... !
 

AREMA INDONESIAKU

Nama yang menggetarkan jiwa
Sejak pertama aku mndengarnya
Mereka membicarakanmu
Mereka menceritakanmu padaku

Kini aku mulai besar
Smakin tahu , smakin mngenalmu
Semakin bangga denganmu Singo Edanku
Jatuh cinta, aku kepadamu...

Aku adalah Aremania
Aku sekarang tak berada di Bhumi Arema
Aku hanya bisa melihatmu lewat layar kaca...

Namun aku milikmu
Hatiku ini milikmu
Sebab cintaku sangat besar untukmu !
AREMA INDONESIA

AREMANIA RINDU

TERINGAT AKAN KOTA MALANG...
YANG BERTAHUN-TAHUN AKU TINGGALKAN...

RINDUPUN SEMAKIN TERASA...
BILA KU TERINGATKAN SEMUANYA...

DIDALAM GAJAYANA SEBAGAI AREMANIA ...
BERLARI DAN BERNYANYI TANPA MENGENAL LELAH...

DIDALAM KANJURUHAN SEBAGAI AREMANITA ...
BERLARI DAN BERNYANYI TANPA MENGENAL LELAH...

MENDUKUNG SINGO EDAN BERLAGA...
MENDUKUNG SINGO EDAN BERLAGA...

05 November 2007

Salah n Berdosakah menjadi seorang hooligans?.

Ingat !!! Kami ga akan rasis, Kami ga akan mengusik jika ga diusik duluan. kami disini bukan banci. Kalian jual kami beli. Damai Boleh Ribut Boleh. Camkan !!! Aku ga pernah mencampuri urusan pribadimu n mempermasalahkan kau suka apa n kau benci apa. We're Free and you can ...do you like do. I do what i like do. We're Stiil hire And pride with our City And our Football Club.

klo holigan dibarengi mencuri,merusak harta bnda orang laen..menghancurkan faslitas publik holiganisme adalah dinamika sosial dn eksistensi menolak kmapanan jdi wujud fanatisme yg kmplit..jdi kta ga usah repot ap kta orang yg pnting urus ja ursan masing2..life is a choice..right and wrong is my choice never afraid in do it....

hooligan yg tidak masuk ke arah brutalisme itu masih wajar. kalo yg seperti itu sudah masuk brutalisme bukan hooliganism. Paradigma negri ini yg membuat kultur dan emosi antar supporter itu mencuat dan panasnya rivalitas klub.

 

11 Agustus 2007

Sejarah Aremania (Mulai jaman kadit kanep sampek tawor karo Bonek)

Arema dan Arema Fans Club

PSSI adalah badan pengurus sepak bola di Indonesia. PSSI telah masuk
FIFA pada tahun 1951. Peraturan sepak bola PSSI sesuai dengan
standar global yang ditentukan oleh FIFA. Di Indonesia 6 wasit dan
12 asisten telah memakai lencana FIFA. Liga sepak bola utama
Indonesia bernama Ligina Mandiri (Bank Mandiri sponsor Ligina).
Tahun ini sudah Ligina VIII. Karena soal jarak Ligina dibagi dua:
Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Seperti Liga Eropa klub bertanding
untuk dapat poin: 3 kalau menang dan 1 kalau imbang. Sekarang setiap
Wilayah dirupakan dari 12 klub. Pada akhir musim 3 klub yang paling
rendah di klasemen degradasi, yaitu turun ke Divisi 1. Sementara itu
juara Ligina ditentukan oleh putaran `play-off' antara klub Delapan
Besar (empat klub yang paling atas di klasemen akhir dari kedua
Wilayah). Delapan klub itu dibagi dua grup lagi yang bertanding
untuk lolos ke semi final. Juara Wilayah menjadi tuan rumah selama
putaran Delapan Besar (namun ditentukan keputusan PSSI kalau stadion
juara Wilayah cukup bagus untuk pertandingan Delapan Besar). Setiap
klub bertanding tiga kali untuk dapat poin. Dua tim yang dapat
paling banyak poin lolos. Pemenang semi final di stadion Senayan di
Jakarta lolos ke final. Kemudian pertandingan final menentukan juara
Ligina Indonesia. Sekarang PSSI merencanakan Wilayah Timur dan Barat
digabungkan menjadi Liga bersatu. Sesuai dengan Liga-Liga di Eropa
juara tidak akan ditentukan oleh putaran `play-off' tetapi menurut
klasemen akhir.


PS Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 oleh H. Acub Zaenal
dan Ir. Lucky Zaenal. Dari awalnya Arema klub swasta. Pada waktu
Arema berdiri Liga Indonesia dibagi dua: liga untuk klub semi-
profesional bernama Galatama dan Liga klub Perserikatan. Klub-klub
Perserikatan tergantung pada pemerintah daerah untuk dana. Sementara
klub Galatama tergantung pada sponsor swasta. Walaupun Arema belum
pernah juara selama zaman Ligina, Arema juara Galatama pada tahun
1993. Pada tahun 1994 klub semi-profesional digabungkan dengan klub
Perserikatan untuk menjadi Ligina.


Pada tahun 1988 yayasan Arema Fans Club (AFC) berdiri. Ketua
pertamanya adalah Ir. Lucky Zaenal. Pada awalnya ada 13 korwil.
Setiap korwil adalah pengurus hal suporter Arema di sebuah kampung
atau daerah di Malang (*Peran korwil akan dibicarakan secara lengkap
di Bagian A, BAB III). Di artikel `Aremania Junjung Sportivitas'
diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 diceritakan bahwa menurut
suporter Arema, AFC itu sangat individual, yaitu berkaitan dengan
hubungan antara suporter dengan suporter lain. Akibatnya AFC
terhadap kesulitan mendorong kerukunan suporter. AFC pernah dianggap
sebagai yayasan yang terlalu ekslusif maupun kelas menengah untuk
diterima oleh kebanyakan suporter Arema. Sekitar tahun 1994 AFC
dibubarkan. Menurut Lucky Zaenal itu karena banyak kesibukan dan
soal generasi. Walaupun keadaan tokoh-tokoh AFC pasti mempengaruhi
keruntuhan AFC, harus ditanyakan mengapa AFC tidak diteruskan oleh
kelompok atau orang baru. Mungin itu tidak terjadi karena sudah
jelas bahwa AFC tidak didukung oleh suporter. Barangkali tokoh-tokoh
AFC sadar pada fakta itu. Makanya mantan-tokoh AFC langsung terlibat
dalam proses mengembangkan nama dan simbol yang akan mempersatukan
suporter. Memang tidak semua inisiatip AFC gagal. Harus diingatkan
bahwa dengan AFC mulai sistem organisasi suporter yang berdasarkan
pada korwil. Korwil-korwil tidak hilang dengan kematian AFC tetapi
jumlahnya bertambah. Di samping itu AFC berdiri dalam konteks keras
yaitu pada waktu geng-geng pemuda Malang merupakan para suporter
Arema.


Brutalisme Aremania  ke Hooliganisme Aremania 

Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suporter yang tidak
sportif dan membuat kerusuhan: suporter brutal dan hooligan. Artinya
dua istilah hampir sama. Perbedaan antara dua istilah itu hanya soal
konteks. Istilah hooligan itu berasal di luar konteks Indonesia dan
bersifat perbandingan. Istilah suporter brutal lebih sering dipakai
dalam konteks Indonesia. Hooligan sama dengan suporter brutal karena
yang jelas kegiatannya berdasarkan pada egoisme buruk. Seorang
hooligan mau membuat kerusuhan dan kekerasan untuk membesarkan
egonya. Seorang hooligan tidak ikut pertandingan untuk menikmati
sepak bola tetapi untuk membuat kericuhan. Seorang Hooligan adalah
musuh perkembangan sepak bola apalagi komunitas suporter murni.
Akhirnya kalau memakai contoh suporter brutal Arema kelihatannya
perbedaan antara dua istilah hanya soal konteks.

Suporter Arema menjadi terkenal atas brutalisme antara
waktu Arema berdiri dan pertengahan tahun 1990-an. Ada kekerasan
antara suporter walaupun Arema menang atau kalah. Pada waktu itu
beberapa geng pemuda merupakan para suporter Arema. Setiap kampung
memiliki geng sendiri. Yang berikutnya adalah daftar nama geng-geng
Malang sama tempat asalnya kalau ada:



Nama Geng Tempat Asal

Aregrek Sekitar Jl. Basuki Rachmat

Arnak (Armada Nakal) Sukun

Anker (Anak Keras) Jodipan

Argom (Armada Gombal) Kidul Dalem

Arpanja (Arek Panjaitan) Betek

Fanhalen (Federasi Anak Nakal Halangan) Claket

SAS (Sarang Anak Setan) -

Geng Inggris Kasin
Jrot -

Ermera -

Saga (Sumbersari Anak Ganas) -


Geng-geng Malang dan tempat asalnya


Geng-geng ini membuat suasana menakutkan di stadion. Tempat
pertandingan menjadi kesempatan untuk geng-geng tersebut membuktikan
siapa yang paling keras. Persaingan keras antara geng-geng terjadi
walaupun semuanya medukung Arema. Jadi semua upaya untuk membuat
suporter Arema rukun dan kompak dihalangi. Tawuran terjadi antara
suporter Malang dan suporter dari luar tetapi juga di antara para
suporter Arema sendiri. Bentrokan tidak terjadi karena provokasi
tetapi disebab oleh suasana brutalisme ditimbulkan suporter Malang.
Masih diingatkan oleh suporter Arema (dengan malu) bahwa suporter
Malang brutal sebelum suporter Surabaya menjadi brutal. Akhinrya,
waktu antara 1987 dan pertengahan tahun 1990-an suporter Arema
membuktikan bahwa mereka bisa mengimbangi egoisme Hooligan Inggris.
Suporter Malang menjadi terkenal sebagai Hooligan Indonesia. Sering
selama akhir 1980-an dan awal 1990-an sering ada tawuran antara
suporter Surabaya dan Malang. Sayangnya persaingan keras itu antara
Bonek dan suporter Arema sulit dibatasi. Di Surabaya orang dari
Malang diganggu dan kendaraan yang berplat N (plat Malang) dirusak.
Sementara di Malang kendaraan yang berplat L (plat Surabaya)
mengalami hal yang serupa. Pada tahun 1992 ada semacam `sweeping'
menghadapi orang yang berKTP Surabaya. Polisi terpaksa melakukan
operasi untuk menghentikan aski brutal itu. Akhirnya permusuhan
berkembang antara orang kedua kota Jawa Timur tersebut melainkan
antara suporter saja. Lagipula Bonek nama suporter Surabaya menjadi
istilah berarti hooligan Indonesia. Jadi kata bonek yaitu yang tidak
pakai huruf besar artinya hooligan walaupun Bonek itu berarti
suporter Surabaya. Karena persaingan keras itu sering Aremania dan
Bonek dianggap sama saja. Khususnya di luar Malang banyak orang yang
bersikap bahwa Aremania adalah bonek juga. Banyak orang tidak
membedakan antaranya. Selama tahun-tahun itu masyarakat Malang tutup
jendela dan mengunci pintu kalau ada pertandingan Arema. Sekarang
suporter Arema telah benar-benar maju tetapi terhadap peringatan
masyarakat yang menganggap bahwa mereka masih brutal.



Aremania muncul


Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur.
Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter
Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total
dalam budaya pemuda Malang yang dikatalisasikan oleh beberapa tokoh.
Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru' diterbitkan di Bestari,
no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa
walaupun kurang jelas dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu
mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar
antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata
Aremania bisa dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara
spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-
geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-
tama geng-geng mulai luntur karena soal generasi. Anggota geng
walaupun masih muda selama akhir 1980-an, di pertengahan 1990-an
lebih dewasa. Karena sudah lumayan tua mulai bosan dengan kegiatan
geng.

Di samping itu, pada 1994 Ligina yang pertama dimulai dan PSSI mulai
mendorong sepak bola Indonesia menjadi lebih profesional. Pemain
asing mulai main untuk klub Indonesia. Itu termasuk upaya untuk
menaikkan kualitas liga sepak bola. Pemain asing pernah main untuk
Arema. Pernah ada pemain dari Afrika, Amerika Selatan, Korea Selatan
dan juga Australia. Dari semua ini yang paling terkenal ada pemain
dari Negara Chile bernama Rodriguez `Paco' Rubio. Sekarang menurut
suporter Malang dia semacam pahlawan sepak bola Arema. `Paco' Rubio
menembus gol lawan selama putaran Delapan Besar Ligina VI. Di
samping itu, selama Ligina VII ada pemain dari Afrika namanya Frank
Bob Manuel yang dengan sayang dipanggil `Bobby' (selama Ligina VIII
main untuk klub perserikatan Malang Persema). Selama Ligina VIII
Jaime Rojas (mantan pemain Persema) juga berasal dari Chile masuk
klub. Dengan berupaya ke profesionalisme suporter mulai lebih
tertarik pada permainan khususnya karena impor pemain luar negeri.
Juga ada pemain lokal yang menjadi bintang. Misalnya Ahmad Junaedi
selama Ligina VI tetapi setelah itu dia pindah ke Persebaya dan
menjadi musuh suporter fanatik. Akhirnya mau kembali ke Arema dia
ditolak oleh pengurus Arema. Daripada membeli Junaedi lagi mereka
memilih mendidik pemain muda berasal dari Jawa Tengah bernama Johan
Prasetyo. Johan Prasetyo telah menjadi bintang Aremaa. Selain
Prasetyo ada Aji Santoso, pemain yang berpengalaman itu pernah main
untuk TimNas Indonesia. Karirnya setelah di Arema ke Persebaya dan
kemudian ke PSM Makassar. Akhirnya main untuk Persema sebelum main
di Arema lagi. Dengan impor pemain asing dan perhatian pada pemain
profesional orang Indonesia, yang berkembang antara para suporter
Indonesia adalah minat pada sepak bola bukan fanatisme terhadap klub
saja. Di artikel `Suporter Bergeser Jadi Football Minded'
diterbitkan di Jawa Pos 9 Maret 2002 perubahan sikap suporter
digambarkan. Ternyata bahwa para penonton mulai memilih menonton
pertandingan menurut suguhan kualitas sepak bolanya. Yaitu penonton
mulai memilih pertandingan dengan lawan kualitas sepak bola tinggi.
Barangkali suporter Indonesia dipengaruhi tayangan sepak bola dari
luar negeri. Suporter mulai menuntut kualitas dari sepak bola Liga
Indonesia.

Di samping itu perubahan suporter Malang didorong beberapa tokoh
perintis Aremania. Sebenarnya munculnya generasi geng dapat dicegah
karena upaya tokoh Aremania. Di artikel `Aremania Sebuah Gerakan
Rakyat' diterbitkan di Kompas, 1 April 2002 diceritakan bahwa
suporter didorong oleh tokoh seperti Ovan Tobing, Lucky Zaenal, Iwan
Kurniawan, Eko Subekti dan Leo Kailolo untuk menjadi suporter bersatu
dan sportif. Pasti mereka sadar bahwa suporter brutal akan merugikan
PS Arema, dan kalau klub Arema akan berusaha ke profesionalisme
seharusnya suporter juga. Tokoh yang tersebut membantu membangun
simbol klub Arema yang telah menjadi simbol suporter juga. Di
artikel `Aremania junjung sportivitas' diterbitkan di Bestari, no 156
2001 bahwa tokoh perintis ini mengusulkan Aremania dijuluki `Macan
Putih' atau `Singa Putih' karena Arema berdiri pada 11 Agustus yang
termasuk zodiak Leo. Kemudian secara spontan ada orang antaranya
yang teriak `edan'. Mungkin itu mucul dari bagian belakang istilah
Aremania yaitu `mania'. Kata `mania' berarti edan. Dari latar
belakang nama Aremania dan simbol Singo Edan semacam bahasa Malang
berkembang. Kata-kata bahasa Indonesia dan bahasa Jawa terbalik
merupakan bahasa Malang atau fenomena Ngalamania. Misalnya Singo
Edan menjadi Ongis Nade dan Orang Malang menjadi Genaro Ngalam. Di
samping itu arek-arek Malang menjadi Kera-kera Ngalam. Surat kabar
Radar Malang itu Jawa Pos-nya Kera Ngalam. Sekitar pertengahan tahun
1990-an suporter Arema mulai berubah. Citra negatif terhadap
suporter Arema ada sampai sekarang tetapi selama beberapa tahun yang
lalu Aremania pernah diakui sebagai suporter Indonesia terbaik. Pada
waktu ribuan suporter ke Jakarta untuk putaran Delapan Besar Ligina
VI Ketua Umum PSSI Agum Gumelar terkesan oleh penampilan suporter
Arema di Stadion Senayan. Dia mengakui Aremania sebagai suporter
kreatif, sportif dan atraktif. Di samping itu PSSI pernah mengundang
Yuli Sugianto (dirigen suporter Arema) untuk mewakili suporter
Indonesia. Selama Ligina VII sering diakui oleh suporter klub lain
sebagai guru suporter lain. Pada Januari tahun 2001 di Tangerang,
suporter mengucapkan selamat datang kepada Aremania dan sesudah ada
insiden lemparan terhadap Aremania mereka mengucapkan termima kasih
karena Aremania tidak terpancing oleh oknum provokator Tangerang.
Pada Juli tahun itu diakui oleh suporter Solo sebagai `guru hebat'.
Lagipula kemajuan Aremania mempengaruhi keadaan di Malang. Selama
waktu Krismon, Malang tenang walaupun dimana-mana di Jawa telah
kacau. Itu karena pemuda Malang telah merasa bersatu sebagai
Aremania dan tidak ingin membuat kerusuhan di kotanya. Katanya ada
suporter Solo yang mengirim sepasang bh dan celana dalam perempuan ke
Aremania agar mengucapkan Aremania para penakut. Namun Aremania
tidak mudah dipancing. Yang jelas dalam lingkungan suporter sepak
bola telah dianggap maju dari masa dulunya. Lagipula mereka dianggap
perintis suporter di Indonesia. Namun proses ini mulai lebih dari 5
tahun yang lalu dan Aremania sampai tahun 2001 berjuang untuk
menghapus sisa-sisa brutalisme.





D. Sisa-sia Brutalisme



Aremania tidak langsung berhasil dalam perjuangan untuk menghapus
citra suporter brutal. Sampai tahun 1999 ada bentrokan antara
suporter di Malang tetapi khususnya dengan Bonek. Keadaan kacau
hampir tidak bisa dicegah aparat keamanan. Persaingan keras antara
suporter Malang dan Surabaya terjadi selama ada kesempatan Arema
melawan Persebaya. Akibatnya di Malang suporter Surabaya harus
dilarang masuk Malang supaya mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Pengurus Arema pernah minta pertandingan Arema versus Persebaya
diadakan di luar Malang agar tidak ada tawuran. Namun ini diprotes
Aremania yang menuntut bahwa pertandingan Arema tetap milik
masyarakat Malang. Namun tahun-tahun tersebut harus dibedakan dari
zaman geng-geng. Mungkin tahun-tahun yang berikut kelunturan geng-
geng Malang bisa dianggap sebagai waktu peralihan. Sampai tahun 2001
ada insiden yang terjadi di luar Malang. Salah satu contoh konflik
antara suporter Malang dan Surabaya adalah tragedi Sidoarjo yang
terjadi pada bulan Mei tahun 2001.



Tragedi Sidoarjo: Pada Ligina VII Aremania mendukung tim
kesayangannya di pertandingan away. Arema melawan Gelora Putra Delta
(GPD) di Sidoarjo. Soalnya tiga kelompok suporter mucul di stadion
Delta: Deltamania, Aremania dan Bonek. Karena jarak antara Surabaya
dan Sidoarjo jumlah sedikit suporter Surabaya datang untuk
menjenkelkan suporter Arema. Tiga kelompok ini dibagi supaya tidak
ada bentrokan. Aremani menempati sektor utara sementara Bonek dan
Deltamania ada di tribun VIP. Pertama-tama sebelum pertandingan
mulai sekitar jam 14. 15 ada lemparan batu dari luar stadion. Dua
suporter Arema terluka dan Aremania menuntut bahwa tempat di luar
stadion khususnya sekitar sektor utara diamankan. Di samping itu
Aremania dimarahkan kabar bahwa dua mobil Aremania dirusak. Pada jam
15.10 lemparan batu antara sektor utara dan tribun timur mulai.
Polisi terhadap kesulitan membatasi lemparan karena Bonek dapat
sumber batu dari luar stadion. Pada jam 16.00 pertandingan sepak
bola dimulai. Pada jam 16.20 aparat keamanan megeluarkan tembakan
peringatan untuk menghentikan lemparan. Pada menit ke-29
pertandingan harus dihentikan karena suporter masuk lapangan dan
kerusuhan mulai terjadi di luar stadion. Aremania harus dievakuasi
oleh aparat keamanan. Akhirnya 15 orang terluka, 7 mobil dan 2
sepeda motor dirusak. Juga stadion Delta dihancur dari aksi lemparan
dan bentrokan yang berikutnya. Reaksi Aremania penuh dengan
kesedihan terhadap tragedi Sidoarjo. Para suporter Arema merasa
mereka salah dipersalahkan untuk tragedi Sidoarjo walaupun Bonek
adalah provokator. Pak Marheis salah satu korwil Aremania yang
dianggap oleh sebagian suporter sebagai tokoh yang memperbolehkan
ketertiban antara korwil-korwil tidak bisa menahan tangisnya setelah
insiden Sidoarjo. Ovan Tobing seorang perintis Aremania setelah
tragedi itu berpendapat bahwa tragedi di Sidoarjo merupakan pelajaran
untuk PSSI. Pada waktu Arema main di Malang Aremania membawa spanduk
yang protes disalah untuk kejadian di Sidoarjo. Sayangnya bahwa
insiden seperti itu menegaskan citra Aremania sebagai suporter brutal
karena dalam insiden itu Aremania sebetulnya di kedudukan sulit.
Pertama-tama mereka dilempari dari luar stadion. Lagipula mereka
terhadap Bonek yang siap dengan sumber batu dari luar stadion.



Aremania diserang di Jogja: Selain masalah Bonek ada kelompok lain
yang iri pada Aremania jadi mencoba memancingnya. Pada bulan Oktober
tahun 2001 Aremania diundang ke pertadingan di Jogjakarta. Di Jogja
Aremania diserang. Seperti di Sidoarjo ada lemparan batu dari luar
stadion. Aremania terpaksa masuk lapangan untuk menghindari lemparan
dari luar stadion. Pertandingan dihentikan dan harus dimain hari
berikutnya di tempat yang dirahasiakan. Slemania, para suporter
Jogja pada umumnya sangat malu pada penyerangan itu. Mereka mulai
menyanyi dengan gaya Aremania:

Maaf…maaf…maaf Aremania

Maafkan kami atas kejadian ini

Pada umumnya ada persahabatan antara Aremania dan para suporter lain
tetapi kadang-kadang ada oknum kelompok yang mencoba memancing
Aremania. Dan jarang Aremania terpancing dengan mudah. Selama
Ligina VIII tidak ada masalah bentrokan kalau suporter lain datang ke
Malang. Aremania membuktikan bahwa telah sportif. Suporter apalagi
pemain saja butuh sportivitas. Setelah kejadian seperti di Jogja
Aremania janji mereka tidak akan membalas dendam kalau suporter
Sleman datang ke Malang. Korwil Cilewung juga mendorong Aremania
untuk tidak membalas dendam Bonek. Dia sadar bahwa kalau membalas
dendam pasti tidak akan dibedakan dari Bonek. Harus diakui walaupun
lama berjuang dengan sisa-sisa brutalisme Aremania telah agak
berhasil dalam tugasnya.

Suporter Arema bersemangat kepada tim kesayangannya tetapi juga
kepada negara Republik Indonesia. Dengan kompak suporter Arema
sebelum permulaian pertandingan menyanyi lagu nasionalis `Padamu
Negeri'. Lagu itu dinyanyi suporter dengan bangga. Nasionalisme
merupakan salah satu aspek dasar suporter Arema. Aremania mendukung
Arema tetapi akhirnya semua maupun suporter tim lawan bersaudara.
Malang aman karena persaudaraan itu. Lagipula Malang lepas daripada
masalah pertentangan kesukuan atau konflik agama yang timbul di mana-
mana di Indonesia. Aremania berpendapat bahwa kalau Malang bisa
begitu rukun, mengapa negara Indonesia belum bisa seperti itu? Yang
jelas persatuan Aremania muncul secara alami dan karena itu ada sikap
positif terhadap persatuan negara Indonesia.
Pointnya adalah bahwa Aremania adalah wadah
pemersatu beberapa kelompok pemuda (geng) yg ada di malang
pada era 1980 - 1990'an.
Begitu juga yg ada di jakarta dengan Jakmania, kalau saya amati
keberadaan Jakmania mengurangi tawuran antar pelajar yg sangat
marak di tahun 1990 an. Karena sudah ada wadah pemersatunya 'Jakmania'.

Kembali ke era tahun 1980 - 1990 an. Masalah gengster tidak hanya di Malang saja.
Gengster banyak tumbuh di kota-kota besar terutama pada masa itu:
Jakarta, Surabaya, Medan, Jogjakarta dan Bandung dll.
Kalau di Jakarta biasanya geng lebih bersifat etnis: misalkan kelompok Arek (Umumnya
berasal dari surabaya & Madura), kelompok Medan, Kelompok Ambon,
Kelompok Bugis/Makasar, Kelompok Palembang dsb.

Sedang di surabaya genster lebih banyak di latarbelakangi oleh musik rock / metal
yg tumbuh pesat di surabaya pada era itu. Bahkan Surabaya adalah kiblatnya
musik rock Indonesia. Mungkin masih ingat nama2: power metal, andromeda,
lost angels (eks boomerang) dan saat itu yg namanya Dewa19, Padi dsb masih bau kencur
dan masih belajar main band weks. dan masih banyak lagi grup lokal lainnya.

Seiring dg itu pun muncul nama2 geng disurabaya. Saya hanya ingat yg paling besar
dan di takuti adalah : RIOT, BH (Bosan Hidup), Logness, Madas (Madura Asli), Besi Tua dan Antrax.
Mereka selalu berkumpul tiap minggu di tambaksari dan hampir tiap hari di pelataran THR.
Dulu hampir tiap minggu ada konser rock di tambaksari (dari musisi terkenal) dan hampir tiap hari ada konser dari musisi rock local di THR.
Pernah ada konser SEPULTURA di surabaya dan dalam rasia oleh petugas di pintu masuk stadion berhasil dikumpulkan puluhan karung besar isi clurit, pedang (klewang) dan berbagai senjata tajam lainnya untuk tawuran.


Beruntung Malang selain kesadaran masyarakatnya tinggi juga punya orang2 seperti :
OvanTobing, Lucky Zaenal, Iwan Kurniawan, Eko Subekti dan Leo Kailolo. Setidaknya meraka
bisa dianggap sebagai bapaknya arema.
Sementara Bonek di surabaya seperti kumpulan anak-anak yg kehilangan induknya.
Barangkali hanya Cak Narto Almarhum yg pantas disebut sebagai Bapak nya Bonek.