• MALANG KUçEçWARA‬ • MALANG NOMINOR SURSUM MOVEOR • MALANG BELONGS TO ME •

07 Juli 2008

THE EXPLOITED

Beat The Bastards
Legendary! It's the only word for them, really. Legendary for all the right reasons, of course. Like smashing hotel rooms, beating up bouncers, inciting rabid Eastern European crowds to riot (or British ones, for that matter). Mention the name `The Exploited' to anyone even remotely involved with the band, and you'll be provided with a litany of stories about their worldwide trail of destruction. The one about when they made an appearance on Top of the Pops is a good one, when Wattie apparently took a fancy to one of the dance troupe and spent the entire afternoon chasing her. Or the one where they had a pillow and fire extinguisher fight in a hotel resulting in the entire building needing refurbishing. As you can imagine, these are not the sort of people one would want to get on the wrong side of, or, judging by the reaction of the poor Pops dancer, even the right side of.

In actual fact, main man Wattie is both considerate and coherent in his approach to life, with a very definite ethos. His outrageous instinct arises from a healthy disrespect for authority and the establishment, coupled with an uncontrollable urge to get up people's arses. Guardian journalists would say that each piece of equipment they smash or steal, each hotel room they deface is a statement. We say they're just having a laugh. Of course, they wouldn't think to do it unless that disrespect existed, so maybe the journalists are right.

Records like Punks Not Dead and Troops of Tomorrow established them as major players in the scene (and the Top of the Pops appearance didn't do them much harm either) whilst their healthy, regular output of records over the last fifteen years has proved that unlike some of their peers, they never really went away. In any case, they are certainly in a position to teach some of the new generation of `punk' bands how it's done. Image, yes, but in their case it's real. They aren't looking to be perceived as some kind of designer do-nothings in a world that embraces The Offspring as the spokesmen of the new generation, and they don't likd the possibility that some kids might listen and say "They sound just like Rancid!" No, no, NO!!! This isn't some kind of diluted establishment idea of youth rebellion, this is for real.

So, to their new album. Entitled Beat the Bastards, it continues the long trail of destruction...it's true punk at it's best. It's The Exploited --the original and the best!

09 Juni 2008

Oi!

Pertama orang mendengar kata Oi! pasti identik dengan skinhead dan skinhead identik dengan rasis. Jadi, Oi! adalah musik rasis. Salah besar ! Dari dulunya juga skinhead nggak rasis. Budaya ini mulai dengan masuknya imigran Jamaika ke Inggris. Cara berpakaian skinhead diadopsi dari rude boys (inget SKA) dan Mods, tapi dengan tampilan yang lebih Tough dan Rough.

Oi! berarti hello dalam aksen cockney di Inggris. Oi! musik bermula di akhir 70-an setelah kemunculan punk rock. Ketika gelombang pertama punk menyerang, band seperti Cron Gen, X-Ray Spex, On File, Sham69, The Business dan Cock Sparrer sudah bernyanyi tentang hidup di jalanan di saat Sex Pistols mencoba memulai “Anarchy In the UK”. Lalu reality punk atau street punk dimulai dengan Sham69 dan Cock Sparrer, seperti juga Slaughter and The Dogs juga Menace.

Ketika era 80-an menyerang dan punk rock mendapatkan nafas baru, Oi! menjadi bagian yang solid dari movement itu (terima kasih untuk Garry Bushell,penulis di Sounds, koran musik di Inggris). Garry percaya bahwa punk rock adalah musik protes dan mengumpulkan semua street punk band di bawah bendera Oi! seperti The Business, The 4-skins, Combat 84, Infa Riot, dan The Last Resort menyerbu punk scene dengan jenis realita mereka.

Musik Oi! mulai meredup di akhir 80-an dan di Amerika, hardcore adalah musik yang didengar oleh Skinhead. Dapat dikatakan bahwa musik Oi! bukan hanya musiknya Skinhead. Musik Oi! adalah musik untuk semua orang yang berjalan di jalanan kota dan melihat rendah pada kaum tertindas dapat dihubungkan dengan Oi!. Semua orang yang bekerja sepanjang hari sebagai budak gaji dapat dihubungkan dengan Oi!. Semua orang yang selalu merasa ada persamaan hak juga dapat dihubungkan dengan Oi!. Dan ingat, Oi! bukan musik rasis. Musik Oi! tidak memandang perbedaan ras, warna dan kepercayaan.

Lirik-lirik dalam Oi! cenderung bercerita tentang anti-rasis/fasis, hidup sebagai skinhead, protes, kelas pekerja, kebersamaan, sepak bola, bir dan sedikit violence ! Pendengar musik ini selain Skinhead juga ada punks, rude boys, ska, mods dan herberts. Yang dimaksud dengan Herberts adalah orang-orang yang suka dengan Oi! tapi bukan skinhead atau punks. Mereka hanya orang-orang biasa yang cinta dengan Musik Oi!.

Di Indonesia, Musik Oi! Sudah dikenal mulai tahu 90-an. Ketika terjadi booming Ska di Indonesia, bermunculan banyak Skinhead, entah mereka hanya possers, trendy wankers ataupun a true SKINHEAD itselfs. Seiring dengan “mati”-nya tren ska karena dihantam secara dahsyat oleh major label, maka menghilang pulalah Skinhead. Tapi ingat, setiap hilangnya suatu tren bukan berarti hilang pula kultur atau budaya yang tercipta atau terbawa oleh trend tersebut.

Walaupun sedikit, tapi Skinhead di Indonesia tetap bersatu dan bertambah banyak komunitasnya. Ada beberapa organisasi Skinhead di dunia yang masuk ke Indonesia. Antara lain adalah Red And Anarchist Skinhead dan Skinhead Against Racial Prejudice.

Dan nggak dikit pula band2 di seluruh indonesia yang memainkan musik ska dan Oi! mereka tetap BERSATU dan selalu exsist sumanggak'aken boz...

11 Maret 2008

U'RE MY STOOPID FRIENDS..

Stoopid bastard...

In my mind just thinking oppressed and fight. 

But many friends like Fuckin shit just can Speaking without looking the reality.. 

FUCK !!!

...i was tired hear your speech.. 

Just hang up my middle finger to you !!!

05 November 2007

Salah n Berdosakah menjadi seorang hooligans?.

Ingat !!! Kami ga akan rasis, Kami ga akan mengusik jika ga diusik duluan. kami disini bukan banci. Kalian jual kami beli. Damai Boleh Ribut Boleh. Camkan !!! Aku ga pernah mencampuri urusan pribadimu n mempermasalahkan kau suka apa n kau benci apa. We're Free and you can ...do you like do. I do what i like do. We're Stiil hire And pride with our City And our Football Club.

klo holigan dibarengi mencuri,merusak harta bnda orang laen..menghancurkan faslitas publik holiganisme adalah dinamika sosial dn eksistensi menolak kmapanan jdi wujud fanatisme yg kmplit..jdi kta ga usah repot ap kta orang yg pnting urus ja ursan masing2..life is a choice..right and wrong is my choice never afraid in do it....

hooligan yg tidak masuk ke arah brutalisme itu masih wajar. kalo yg seperti itu sudah masuk brutalisme bukan hooliganism. Paradigma negri ini yg membuat kultur dan emosi antar supporter itu mencuat dan panasnya rivalitas klub.

 

10 Oktober 2007

Untukmu Penindas



Atas nama kemanusiaan
Suara ini ditulis untuk kamu
Atas nama solidaritas
Suara ini saya persembahkan buat kamu
Atas nama nurani
Suara ini tak punya pamrih

Penindas…
Marilah sejenak kita merenung

Apakah manusia dicipta untuk dianiaya, dibelenggu haknya dan selalu ditindas. Bukankah manusia menginginkan kemerdekaan, kebebasan dan ketenangan.

Penindas…
Saya ajak kamu sebentar untuk berpikir
Bijakkah kita mengambil hak dan kebebasan orang lain
Relakah kita jika milik kita dirampas
Sudikah kita diusir dari rumah kita sendiri
Apakah kamu tahu siapa orang serakah…?!
Tahukah kamu dengan istilah penindasd….?!

Penindas…
Lihatlah di sekitar anda
Mayat-mayat yang berjalan
Tangis bayi yang tak lagi nyaring
Darah-darah yang mengering
Bocah-bocah meuwujudkan mimpi dijalanan.

Uang meguasai dan rumah sakit tak kuasa lagi menampung

Penindas…
Bagaimanakah sih kehidupan ideal?
Itukah ajakan nurani kamu sebagai manusia?

Penindas…
Cobalah berpikir jika kamuadalah mereka
Jika yang dirampas adalah kebebasan dan hak-hakmu
Yang dibunuh adalah saudara-saudaramu
Yang dihancurkan adalah rumahmu
Yang melempar batu adalah kamu

Yang menatap moncong senapan itu kamu
Mereka adalah kamu

Penindas…
Suara ini mungkin terlalu lemah
Untuk menghancurkan benteng ambisi anda
Mungkin suara ini terlalu lembut
Untuk kerasnya hati anda
Mungkin juga suara ini terlalu halus
Menghadapi duri kasar nurani anda
Tapi, suara ini adalah suara…
Yang bisa dimengerti manusia !!!