• MALANG KUçEçWARA‬ • MALANG NOMINOR SURSUM MOVEOR • MALANG BELONGS TO ME •

10 Agustus 2011

Selamat Ulang Tahun Arema yang ke-24

      Hari ini Timeline Twitter dan Beranda Facebook dipenuhi dengan ucapan selamat ulang tahun kepada Arema Indonesia FC yang ke 24 tahun dan hastag #24thAREMA. Memang tak terasa mulai perjalanannya dari tahun 1987 sampai sekarang dengan segala prestasi, nama besar dan masalah yang dihadapi namun klub bergambar kepala singa murka menghadap ke kanan ini menjadi kebanggaan, identitas dan jiwa Arek Malang pada khusunya dan Aremania pada umumnya.

Arema are more than just a football club. They are a way of life. They are the St Pauli of Indonesia. A culture with in a culture. Satu Jiwa, one heart or one soul. Arema is rough and ready. It’s Satu Jiwa, one soul, it’s Arema or nothing. It’s a five hour walk home after a home game.It’s football of the people, not the marketing men and it’s real.(Artikel pada blog Jakarta Casual)

Seperti kutipan dari jakarta casual diatas kurang lebih seperti ini, Arema lebih dari sekedar klub sepakbola, yang dijunjung dan dibanggakan mayoritas warga Malang Raya dan sekitarnya. Dan mungkin banyak yang tidak tahu kalau Aremania (Supporter Arema) menyebar di seluruh dunia. mulai dari mereka yang memang asli Arek malang, penggemar Arema dan simpatisan. dan jumlahnya memang relatif banyak.
Siapa Yang tidak tahu klub yang menjuarai Galatama 1992/1993 dan Liga Super Indonesia 2009/2010 ini, serta siapa yang tidak tahu Aremania suporter yang terkenal loyal membela timnya dan pernah menjadi Suporter terbaik berbagai versi di Indonesia ini.
Semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula terpaan anginnya. Ungkapan ini pas untuk Arema dan Aremania. Ketika prestasi, kemenangan, kreativitas dan persaudaraannya dikagumi dimana-mana, maka tuntutan untuk menjaga citra dan kebanggaan adalah mutlak diperlukan. Arema dan Aremania harus lebih dewasa dalam bersikap dan bertingkah laku.
Salah satu wujud kedewasaan itu adalah sabar dalam menghadapi cobaan dan tidak mudah terpancing provokasi murahan pihak lain. Patut diingat bahwa orang yang hebat adalah orang yang mampu menahan amarahnya ketika ia layak untuk marah. Jika lolos dari ujian ini, maka Aremania patut mendapat predikat lebih dari sekadar The Best Supporter... Betul nawak...??? :)

"Jangan ada krisis financial lagi tentunya. Arema harus lebih bagus lagi kedepan. Karena kita masuk pada era baru PSSI. Arema, harus bisa berprestasi kembali,"





Nazruel d'Cokrow

Selamat Ulang Tahun Arema yang ke-24. 
Langkahmu masih jauh dan terjal, banyak halang dan rintang kan menghadang, kuatkan tekadmu, kobarkan semangatmu, AREMANIA kan slalu mendukungmu ....


11 Agustus 1987 - 11 Agustus 2011


SALAM SATU JIWA

15 Juli 2011

Romeo & Juliet of PUNK

Aku sedang mendengarkan lagu My Way dan teringat seorang sosok laki-laki personil Sex Pistol SID Vicious dan kisah cintanya dengan NANCY SPUNGEN, Lagenda Romeo and Juliet versi PUNK!  
Meskipun banyak kisah aibnya SID Vicious tetap jadi seorang legenda Punk, btw ada lagikah di zaman ini pria seperti SID Vicious yang terlalu menyayangi teman wanitanya? Beberapa orang saja, mungkin ...



Siapakah SID Vicious ini? SID Vicious atau nama sebenarnya John Simon Ritchie adalah seorang pemain gitar bass kelompok musik Sex Pistols yang dilahirkan pada 10 May 1957 di kota London. Kacak sungguh! Tapi sayangnya, SID Vicious mati ketika berusia 21 TAHUN pada pengaruh narkoba dan heroin yang tegar setelah KECEWA DENGAN KEMATIAN TEMAN WANITA yang sangat disayanginya yaitu NANCY SPUNGEN. SID Vicious mulai bergabung kelompok musik punk Sex Pistols pada 3 April 1977 ketika usia SID Vicious 20 tahun setelah pengunduran diri oleh pemain gitar bass asal kelompok itu, Glenn Matlock. SID Vicious bukanlah seorang yang pandai memainkan bass namun oleh karena perangai PUNK sejatinya yang keterlaluan taksub dengan semangat anarki, Malcolm McLaren selaku manajer kelompok Sex Pistols telah mengambil SID Vicious menjadi anggota kelompok musik itu. Malcolm McLaren pernah berkata: -"Jika Jonny Rotten is the voice of PUNK, then SID Vicious is the attitude."Kehadiran SID Vicious dalam kelompok Sex Pistols itu telah melonjakkan kemasyuran kelompok band musik PUNK itu. Ditambah pula dengan sikap agresif SID Vicious yang mengganas dan melukai diri sendiri di pentas setiap kali tampil seperti mengelar dadanya sendiri dengan pisau, vandalisme, berperilaku jijik dengan memberi sinyal lucah, meludah dan kencing di atas pentas.


Beberapa bulan kemasyuran SID Vicious itu, SID Vicious telah bertemu dengan kekasih hatinya, NANCY SPUNGEN seorang gadis dari Amerika Serikat. Bermulah kisah cinta SID Vicious dan NANCY SPUNGEN, Lagenda Romeo and Juliet versi PUNK ini. NANCY SPUNGEN bukanlah seorang gadis yang cantik, memiliki tubuh yang berisi, berambut kerinting ke telinga dan blonde. Matanya bercelak tebal, berpakaian tidak semenggah, wajahnya tampak berusia, kuat rokok dan NANCY SPUNGEN merupakan seorang menagih narkoba dan heroin yang tegar. Bagaimana SID Vicious bisa mencintai gadis seperti NANCY SPUNGEN ini? Rumit, bukan? Namun, inilah hakikatnya. Tidak ada pria yang menginginkan gadis seperti NANCY SPUNGEN ini melainkan SID Vicious.


Pada 12 Oktober 1978, SID Vicious dan NANCY SPUNGEN telah menginap di Chelsea Hotel (room 100) suite mewah ala Bohemia dengan mendaftarkan nama sebagai "Mr. Dan Mrs. John Ritchie" meskipun mereka belum menikah. SID Vicious dan NANCY SPUNGEN berada dalam pengaruh narkoba dan heroin. Mereka khayal. Tidak sadar apa yang terjadi. Tidak lama kemudian, NANCY SPUNGEN tersedia berlumuran darah terduduk bersandar di bawah wastafel, mata terbuka dengan pisau Jaguar K-11 tertusuk di perut NANCY SPUNGEN milik SID Vicious yang pernah dihadiahkan oleh seorang vokalis PUNK ROCK, Stiv Bators selama hidupnya. SID Vicious menafikan dia membunuh teman wanita kesayangannya itu.

Pada 22 Oktober 1978 yaitu 10 hari setelah kematian teman wanita yang dicintainya itu, ternyata SID Vicious berputus asa untuk hidup. SID Vicious tidak mau hidup tanpa gadis yang dicintainya itu lalu mencoba bunuh diri dengan menyebut urat nadinya. Namun, SID Vicious sempat diselamatkan di Bellevue Hospital, Amerika Serikat. SID Vicious telah meluahkan perasaan cintanya yang mendalam terhadap NANCY SPUNGEN yang telah mati kepada ibunya: -"We so much wanted to die together in each other s arms. I cry every time I think about that. I promised my baby that I would kill myself if anything ever happened to her, and she promised me the same. This is my final commitment to my love ".SID Vicious membuat satu puisi tentang teman wanita kesayangannya, NANCY SPUNGE dan diberikan kepada ibunya: -

Hasil tulis tangan SID Vicious pada teman wanita kesayangannya, NANCY SPUNGEN.

You were my little baby girlAnd I shared all your fearsSeperti joy to hold you in my armsAnd kiss away your tearsBut now you're gone there 's only painAnd nothing I can doDan Saya tidak ingin live this lifeIf I tidak dapat live it for youTo my beautiful baby girlOur love will never die "-Sid s poem about Nancy
Dari situ, terserlahlah betapa cintanya SID Vicious terhadap NANCY SPUNGEN. Lihatlah betapa agungnya cinta mereka. Semua teman SID Vicious dan NANCY SPUNGEN menolak klaim SID Vicious membunuh NANCY SPUNGEN. Ibu ke NANCY SPUNGEN sendiri pun tidak menafikan kemungkinan anaknya NANCY SPUNGEN yang meminta SID Vicious menikam dirinya untuk membuktikan cinta SID Vicious terhadap dirinya. Tidak ada yang percaya SID Vicious sanggup membunuh NANCY SPUNGEN. Akhirnya, SID Vicious mati setelah menyuntik narkoba asli ke tubuhnya sendiri pada usia yang terlalu muda, yaitu 21 tahun (setelah setahun SID Vicious bergabung kelompok SEX Pistols). Ibu ke SID Vicious telah menemukan sekeping catatan: -


"We had a death pact, dan I have to keep my end of the bargain. Silahkan bury me sebelah my baby in my leather jaket, jeans dan boots. Goodbye."


Sayangnya, hasrat SID Vicious ingin kuburnya di samping kubur NANCY SPUNGEN tidak dapat ditunaikan karena teman wanita peliharaan SID Vicious itu merupakan penganut Yahudi. Mayat NANCY SPUNGEN ditanam di kuburan orang-orang Yahudi namun mayat SID Vicious tidak dapat ditanam di situ karena SID Vicious bukan orang Yahudi.  

Oleh karena itu, mayat SID Vicious harus dibakar dan abunya ditabur di atas kuburan NANCY SPUNGEN.


"We were partners in crime. We help each other out."- Nancy Spungen (1958-1978)

14 Juli 2011

Sajak-Sajak Wiji Thukul

http://img508.imageshack.us/img508/4433/wijiys6.jpg 
 
Sajak Suara
 
 
Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam, mulut bisa dibungkam,
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan,
apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu: pemberontakan!
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara, mengapa kau kokang senjatamu dan gemetar ketika suara itu menuntut keadilan?

Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata, ia lah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya,
apabila engkau tetap bertahan, aku akan memburumu seperti kutukan.
 
Puisi 
 
“Kalau hidupmu tidak mudah, keras, penuh tekanan, kejam dan hampir-hampir kau tak tahu harus berbuat bagaimana, maka menulislah puisi.”
“Kalau hidupmu terjepit, kau dikejar-kejar, kau bersembunyi, kau berganti kaos, celana, sandal bahkan nama, sampai-sampai kau nyaris alpa dirimu sendiri, maka menulislah puisi.”
“Puisi apa yang kau tulis?Apa pun itu, puisi akan melembutkan pikiranmu, setidaknya jemarimu sendiri.”

Di jaman seperti ini, masihkah relevan membaca Thukul? Tahun-tahun ini tentu sudah jauh berbeda dibanding era Wiji Thukul. Sudah tidak ada lagi sepatu lars menginjak di bawah meja. Orang boleh mencaci presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati juga para DPRnya sendiri tanpa perlu gentar. Orang punya puluhan partai politik untuk di pilih. Konon, kita tidak perlu lagi punya rasa takut pada negara. Ya, itu benar. Yang menjadi persoalan bukanlah apakah kita takut pada negara, melainkan jika negara takut pada warganya sendiri. Itulah yang jauh lebih mengerikan. Karenanya, meski era penghilangan orang macam Thukul sudah dianggap berlalu namun masih ada kematian-kematian yang tak perlu. Munir, misalnya. Ironisnya, Munir turut menulis essay tentang Wiji Thukul sebagai pengantar buku kumpulan puisi Wiji Thukul, berjudul Aku Ingin Jadi Peluru.
Masihkah relevan membaca Thukul? Soal relevansi, itu mudah dicari. Ada baiknya simak satu puisi Thukul ini:

Kucing, Ikan Asin Dan Aku

Seekor kucing kurus
menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat
kuraih
pisau
biar
kubacok ia
biar
mampus
ia tak lari
tapi mendongak
menatapku
tajam
mendadak
lunglai
tanganku
-aku melihat diriku sendiri!
lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan

Puisi tentang sesuatu yang sederhana dengan bahasa sederhana.
Ya, hidup Thukul tampaknya begitu keras. Ini tampak dari puisi-puisi dalam buku ini. Buku kumpulan puisi yang diterbitkan oleh IndonesiaTera berusaha merangkum semua puisi Thukul. Buku ini memuat dua kumpulan puisi Thukul yang pernah terbit sebelumnya (oleh Taman Budaya Surakarta), yaitu Puisi Pelo dan Darman Dan Lain-lain, yang menjadi dua sub bab tersendiri. Selain itu, juga memuat puisi-puisi yang belum terkompilasi, dan dijadikan dua sub bab, Lingkungan Kita Si Mulut Besar dan Ketika Rakyat Pergi. Sub bab terakhir berjudul Baju Loak Sobek Pundaknya adalah kumpulan puisi Thukul semasa pelarian (setelah 1 Agustus 1996). Dalam pelarian, Thukul menulis dengan nama samaran Budi Bang Branang. Salah satu puisi masa pelariannya adalah Kucing, Ikan Asin Dan Aku di atas.

Nyanyian Akar Rumput

jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang
kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
Kalau banyak orang negara takut pada Thukul (dulu) itu bisa dimengerti. Membaca Thukul adalah membaca semangat perlawanan.
dalam keyakinan kami
di mana pun –tirani harus tumbang! (Bunga Dan Tembok)
mari tidur
persiapkan
perlawanan, esok pagi! (Untuk D)
aku berpikir tentang gerakantapi mana mungkin
kalau diam? (Tentang Sebuah Gerakan)
aku menulis aku penulis terus menulis
sekalipun teror mengepung (Puisi Di Kamar)
penjara sekalipun
tak bakal mampu
mendidikku jadi patuh (Puisi Menolak Patuh)
kita tidak sendirian
kita satu jalan
tujuan kita satu ibu: pembebasan! (Tujuan Kita Satu Ibu)

Tapi Thukul bukanlah orang yang begitu keras penuh pemberontakan. Thukul tetaplah manusia yang mempunyai sisi lembut, terutama pada ibu. Thukul tidak sekedar menulis perlawanan, ia menulis banyak hal, terutama hal sehari-hari yang ia akrabi. Kalau toh Thukul menari-nari dalam dunia imajinasi, ia tetap kembali pada sehari-hari.

Sajak Ibu

ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah sayur murah
jadi sedap
…
…
dengan kebajikan
ibu mengenalkanku kepada tuhan

Derita Sudah Naik Seleher

kaulempar aku dalam gelap
hingga hidupku manjadi gelap
kausiksa aku sangat keras
hingga aku makin mengeras
kaupaksa aku terus menunduk
tapi keputusan tambah tegak
darah sudah kauteteskan
dari bibirku
luka sudah kaubilurkan
ke sekujur tubuhku
cahaya sudah kaurampas
dari biji mataku
derita sudah naik seleher
kau
menindas
sampai
di luar batas

Membaca Wiji Thukul adalah membaca dunia Thukul dengan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Bahasanya cukup lugas, tidak berbunga-bunga, dan tidak memerlukan banyak tafsir. Itu karena Thukul ingin didengar. Thukul bukan menulis puisi untuk dikulum diam-diam. Puisinya untuk diucapkan bahkan diteriakkan. Ya, kata orang, puisi Thukul adalah puisi protes. Namun, mungkin lebih tepat dipandang sebagai sebuah puisi proses. Ya, menulis puisi bagi siapa pun adalah sebuah proses. Proses menafsirkan realita. Dan, bagi Thukul realita itu berupa kekerasan.
Kembali ke pertanyaan semula. Di jaman sekarang ini apa relevansinya membaca Thukul? Hm, tidakkah kita juga melihat realitas kekerasan itu sampai sekarang? Diperlukan Thukul untuk mengingatkannya pada kita semua.




sumber: buku karya : Wiji Thukul – Aku Ingin Jadi Peluru

 

13 Juli 2011

DERITA ABADI




karya: (alm) Ivan "Scumbag" Firmansyah [BURGERKILL]

…adalah pekat noda,sumber segala dosa
penikmat sejati pengumbar nafsu binatang
aku adalah ketidak sempurnaan…beban mental,derita abadi
tak terpuaskan tak terlampiaskan…
aku adalah penyakit jiwa…tak terobati
jiwa ini menyimpan dendam mendalam.
biarkan ku terbaring di kesunyian yang pilu…luruh!
perih menusuk kesendirianku merengut ringkih jiwaku
waktu membisu pandangi hidupku
seakan lorong kelam hidupku tak berujung…

sumber: blog friensdter ivan scumblog


jawabanku....

kesendirian yang kau agungkan hanyalah keterbatasan jiwa yang lelah berkibar demi sebuah imaji.
tanpa siapapun aku tetap masih bisa berdiri tanpa penyangga kaki.
ketidak adilan yang kau rasakan juga telah lama ku arungi.
dan suatu ketika aku tahu bahwa semua itu hanyalah ilusi.
akulah yang memuatku merasa seperti mati.
dan bilamana kita dihadapkan pada sebuah lorong kelam yang panjang, janganlah kita berhenti berjalan !
terangi langkah demi langkah yang menyayat hati, dengan keindahan jiwa-jiwa yang tersisih.
dan kau tidak lagi sendirian….
tertawalah demi masa yang membuatmu gila.

Semoga Kau tenang disana dengan senyuman atas kerja keras dan keringatmu bagi musik bawah tanah... \m/

Prinsipku dan Prinsipmu

Setiap orang dalam cara menjalani kehidupannya memiliki prinsip masing-masing yang mereka yakini. Prinsip itu selalu akan mengiringi setiap langkah setiap orang yang memiliki prinsip tersebut. Dengan prinsip, diharapkan setiap akan menjalani sesuatu lebih terarah karena memiliki panutan dan tujuan. Tetapi tidak jarang juga ditemui orang-orang yang tidak punya prinsip, entah apa alasan mereka mungkin mereka menganggap prinsip hanya hal yang sepele yang dapat berjalan dengan begitu saja.
Prinsip setiap orang pasti lah berbeda-beda. Ambil contoh saja dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa yaitu masalah pacaran. Ada orang yang berprinsip punya pacar haruslah pria yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan gaji yang besar (hehe, sapa juga yang gak mau ya) tetapi ada juga berprinsip cukup penilaiannya dengan hati saja karena kalau materi bisa dicari dan sudah ditentukan oleh Allah, bahkan ada yang berprinsip, tidak mau pacaran tetapi langsung menikah. Tapi permasalahan disini adalah bukan perbedaan-perbedaan prinsip tetapi bagaimana cara kita menghargai prinsip yang telah kita buat sendiri???
Tidak banyak yang melanggar sendiri prinsip yang telah mereka buat, apa alasannya? Banyak alasan yang hanya orang bersangkutan saja yang tahu. Saya hanya ingin berbagi jika jangan sampai kita melanggar prinsip yang alasannya karena orang lain. Kenapa??? Alasannya adalah:
  1. Apakah orang lain tahu apa tujuan sebenarnya dari prinsip yang kita buat?
  2. Apakah orang lain yang mesti menentukan prinsip kita?
  3. Apakah orang lain yang merencanakan jalan kehidupan kita?
  4. Apakah orang lain yang bisa menentukan apakah kita bahagia?
  5. Apakah orang lain yang mengukur kemampuan kita?
Nah dari lima pertanyaan tersebut mari kita jawab:
  1. Apakah orang lain tahu apa tujuan sebenarnya dari prinsip yang kita buat?
>> bukan orang lain tapi diri kita sendiri, karena prinsip yang kita buat pasti memiliki tujuan untuk diri kita sendiri, mungkin prinsip sama dengan orang lain tetapi tujuan dan caranya pasti berbeda, so untuk apa kita terpengaruh dengan orang lain?
  1. Apakah orang lain yang mesti menentukan prinsip kita?
>> tentu saja bukan orang lain tapi diri kita sendiri, jika kita menjalani prinsip yang orang lain buat berarti kita menjalani kehidupan orang lain bukan kehidupan kita sendiri.
  1. Apakah orang lain yang merencanakan jalan kehidupan kita?
>> bukan orang lain donk, tentu saja yang merencanakan kehidupan kita adalah Allah SWT dan diri kita sendiri, hanya diri kita sendiri yang berhak menjalani dan mengatur atas kehidupan yang telah Allah anugerahkan kepada kita.
  1. Apakah orang lain yang bisa menentukan apakah kita bahagia?
>> dari mana orang lain bisa menentukan perasaan kita apakah kita bahagia, sedih, senang, dll. Diri kita sendiri yang memiliki perasaan itu dan diri kita sendiri yang mampu menentukan apakah kita bahagia dan bagaimana cara kita bahagia.
  1. Apakah orang lain yang mengukur kemampuan kita?
>> apakah orang lain yang bisa tahu kemampuan kita, kita harus bagaimana dan kita tidak mampu dibidang apa, darimana mana mereka bisa tahu?? Semua itu tentu hanya diri kita sendiri yang tahu apa kemampuan sebenarnya yang dapat kita asah dengan lebih mengenali diri sendiri bukan mengenali diri orang lain.
Nah dari lima pertanyaan tersebut dapat kita simpulkan jika yang tahu apa yang mesti kita lakukan, yang harus kita jalani, cara kita menikmati hidup adalah diri kita sendiri dengan prinsip hidup hanya yang mesti kita pertanggungjawabkan sendiri bukan orang lain. Jika kita telah memiliki prinsip maka hargai prinsip tersebut dan jalankan. Jangan hanya karena perbedaan prinsip dengan orang lain membuat benteng keyakinan terhadap prinsip kita goyah.
Prinsip yang tidak sama dengan orang orang lain bukan berarti kita berbeda dalam segala hal, dan bukan berarti kita tidak modern. Untuk apa kita ikut-ikutan orang lain jika hal itu bertolak belakang dengan kepribadian kita dan jelas-jelas hati kita tidak mau menerimanya.
Apakah kita bisa bahagia dengan cara dan prinsip orang lain?? Sebahagianya prinsip orang lain, tentu saja lebih bahagia dengan prinsip sendiri karena prinsip yang kita buat adalah tujuan hidup kita, jadi jika kita malah ikut-ikutan prinsip orang lain berarti kita memenuhi tujuan orang lain bukan tujuan kita sendiri.
Kutipan dari seorang sahabat “orang lain tidak mengerti kadang-kadang hal yang sangat sepele menjadi prinsip, tapi kebahagian kita bukan didapat dengan cara lain tapi dengan cara kita sendiri, kita yang tahu apa yang yang kita inginkan”. Jadi, sepele apapun prinsip yang kita buat, maka hargailah prinsip itu, jalani prinsip yang sepele itu jika itu yang membuat kita bahagia dan hidup lebih bermakna dan memiliki tujuan. Tidak semua hal mesti harus sama dengan orang lain, apalagi mengenai prinsip. Prinsip adalah tujuan hidup, caramu ya caramu dan cara saya adalah cara saya. Just be your self cause with it so that means we appreciate the life that GOD has bestowed. 



                                                                                                                              Nazruel d'Cokrow